Qabil anak Nabi Adam.
Kan'an adalah anak Nabi Nuh.
Sepuluh saudara Nabi Yusuf adalah anak Nabi, cucu Nabi, cicit Nabi dan saudara Nabi.
Mereka semua dididik di baitun nubuwah. Wahyu turun di rumahnya. Tauladan termulia ada di hadapan mereka siang dan malam. Tentu pengajaran dan dakwah terbaik mereka dulu yang mendapatkannya sebelum disampaikan kepada orang lain. Tapi perangainya seperti yang kita ketahui.
Imam Malik jadi tujuan para penuntut ilmu dari segala penjuru dunia untuk diambil ilmunya. Namun ketika beliau mengajar di masjid Nabawi, anaknya mengadu ayam di luar masjid.
Imam al Jauzi ratusan ribu orang beriman dan taubat di tangannya. Tapi beliau masuk penjara gara-gara anaknya.
Syekh Thaha Rayyan ulama besar pewaris madzhab Maliki. Beliau juga dicobai dengan cobaan yang dialami ulama yang beliau warisi. Dalam satu pertemuan talaqqi beliau berkata: "Kalian datang dari segala penjuru dunia untuk belajar denganku, sementara tidak ada di antara anakku yang mau menampung ilmuku".
Anak adalah harapan kita. Amanah yang terpikul dipundak kita. Yang harus kita didik dengan pendidikan terbaik. Kita tempatkan pada pergaulan yang Islami. Kita do'akan sebanyak-banyaknya dengan do'a terbaik. Kita biayai hidupnya dengan harta halal.
Selanjutnya kita tawakkalkan kepada Allah. Tidak perlu kecewa dan putus asa bila hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Serahkan semua kepada taqdir Allah yang hanya Dia yang mengetahui hikmah di balik itu semua. Sebagai bukti bahwa kita hanya seorang hamba. Bukan penentu apalagi pencipta.
Karena itu, apapun yang terjadi di sekitar, aku tidak mampu berkomentar terlalu banyak, apalagi sampai panjang lidah. Aku juga punya anak. Seluruh daya yang ku miliki sudah ku curahkan untuk kebaikan lahir dan batin mereka. Bahkan semenjak mereka belum ada.
Dunia akan terus berputar. Tidak ada manusia yang selamat dari godaan. Hanya kepada Allah kita serahkan segalanya.
{ وَأَصۡلِحۡ لِی فِی ذُرِّیَّتِیۤۖ إِنِّی تُبۡتُ إِلَیۡكَ وَإِنِّی مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِینَ }
[Surat Al-Ahqaf: 15]
{ وَٱلَّذِینَ یَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰجِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا }
Oleh ust Zulfi Akmal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar