Senin, 27 Oktober 2025

Paradoks Kampus Dunia

*Paradoks Kampus Dunia:* 
Ranking, Sarjana Menganggur, dan Magang Dibayar. 

Kita hidup di zaman di mana *kampus lebih sibuk memoles citra daripada memperbaiki nasib lulusannya.* Setiap brosur universitas kini seperti katalog kecantikan akademik: "World Class University", "Top 200 QS Ranking", "Sustainable Campus", "AI-Driven Learning Environment". Lengkap dengan logo ISO, drone shot gedung baru, dan testimoni alumni yang ( _kalau jujur_ ) sebenarnya kerja di bidang yang tak ada hubungannya dengan jurusannya.

Sementara itu, *para sarjana kita—produk unggulan* dari sistem pendidikan nasional—berbaris rapi di *antrean job fair,* menyerahkan CV sambil berharap lowongan *magang dibayar* bukan sekadar ganti nama dari "kerja tanpa kontrak."

*Ranking Dunia:* Ilusi Global, Ironi Lokal

Universitas besar seperti UI, ITB, dan UGM kini berlomba-lomba naik *peringkat dunia*. QS ( _Quacquarelli Symonds_ ) , THE ( _Times Higher Education_ ) , dan Times Higher Anything *jadi kiblat baru*, seolah masa depan bangsa tergantung pada ranking yang dibuat oleh lembaga di London yang bahkan tak tahu letak Sleman itu di Jawa bagian mana.

Akibatnya, riset diarahkan bukan untuk menjawab masalah negeri—seperti stunting, ketimpangan energi, atau birokrasi anggaran riset yang absurd—tapi untuk memenuhi *indikator internasionalisasi.*

Kampus pun berubah jadi *pabrik akreditasi*: menargetkan publikasi Scopus, mahasiswa asing, dan dosen tamu dari luar negeri. Padahal, mahasiswa dalam negeri masih berjuang mencari tempat magang yang seharusnya sesuai dengan bidang nya dan tidak sekedar bikin kopi ditempat magang. 

Jadi pertanyaannya: *untuk siapa kampus ini sebenarnya dibangun?* Untuk bangsa, atau untuk ranking sheet?

*Sarjana Menganggur:* Antara Excel, Ekspektasi, dan Eksistensi

Ironinya, makin tinggi ranking kampus, makin banyak pula sarjana yang menganggur. UI bangga naik peringkat, tapi alumninya sibuk bikin side hustle jualan kopi literan. ITB mempromosikan Center of Excellence, tapi lulusan tekniknya bekerja di startup yang menjual template PowerPoint. UGM menelurkan ribuan sarjana sosial, tapi masyarakatnya tetap sosial hanya di media sosial.

Mungkin sudah saatnya kampus mengakui satu fakta pahit: *pasar kerja tidak membaca jurnal Scopus.*
Yang dibutuhkan bukan hanya nilai IPK, tapi *kemampuan hidup* — _adaptasi, komunikasi, kolaborasi, dan sedikit keberanian untuk tidak baper._ 

*Magang Dibayar, Revolusi atau Rekrutmen Halus?*

Kebijakan "magang dibayar" disebut sebagai solusi. Konon agar mahasiswa mendapat pengalaman dunia nyata. Tapi di lapangan, "dibayar" sering berarti Rp750.000 per bulan, cukup untuk ongkos Transjakarta dan dua gelas kopi non-diskon.

Kampus bangga karena partnership with industry meningkat, tapi mahasiswa tahu: mereka sedang dilatih menjadi buruh digital yang efisien dan patuh. *Work readiness*, katanya. Padahal, lebih tepat disebut *budget readiness* — siap bekerja dengan gaji minimum dan ekspektasi maksimum.

*Solusi Sederhana untuk Paradoks Kompleks*.

Kampus kita tidak perlu sibuk mengejar pengakuan dunia, kalau dunia kerja dalam negeri saja belum mengakui potensi lulusannya.
Sudah saatnya ranking kampus diukur dari seberapa banyak alumninya yang bisa hidup layak, bukan dari jumlah jurnal Scopus atau mahasiswa asing yang eksotik.

PTN seperti UI, ITB, dan UGM semestinya membuat "Ranking Nasional Mahasiswa Dalam Negeri" — bukan untuk menyaingi QS atau THE, tapi untuk menegakkan martabat bangsa sendiri.
Indikatornya bukan *international reputation*, tapi:

- Jumlah riset yang berdampak langsung pada masyarakat Indonesia.
- Persentase alumni yang *menciptakan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan*.
- Kepuasan rakyat, *bukan sekadar citation index.*
- Jumlah *Invensi dan Patent* Universitas yang *di lisensi* ( _tidak hanya terdaftar di kantor DJKI_ ) oleh IKM dan Industri Nasional. 

Kalau perlu, setiap universitas wajib menerbitkan *Laporan Dampak Sosial*: berapa banyak desa terbantu oleh riset mahasiswa, berapa UMKM yang naik kelas berkat kerja sama kampus, dan berapa dosen yang berhasil menulis jurnal tanpa kehilangan hati nurani.

*Sarkasme yang Serius*

Lucunya, kita sudah terlalu lama bangga disebut "world class", padahal dunia pun belum tentu tahu kita eksis.
Mungkin sudah waktunya berhenti mengejar *recognition abroad*, dan mulai membangun *relevance at home.*

Karena sejatinya, universitas bukanlah menara gading untuk *selfie intelektual*, tapi dapur kebangsaan: tempat mencampur ilmu dan empati, teori dan kenyataan, idealisme dan akal sehat.

Kalau Plato masih hidup, ia mungkin akan menulis ulang *The Republic* versi Indonesia:

 _Negara yang sibuk memoles ranking kampusnya, tapi lupa mengangkat harkat mahasiswanya—adalah negara yang sedang magang di peradaban_ .

*|A||N||S|*
Buitenzorg, 
26Oktober2025

 _Verba volant, scripta manent_

Selasa, 21 Oktober 2025

BELAJAR ANTRI, BELAJAR TIDAK KORUPSI*

*BELAJAR ANTRI, BELAJAR TIDAK KORUPSI*

_GWS, 21 Oktober 2025_

Coba, bayangkan sebentar: Anda berdiri di loket Transjakarta, pukul tujuh pagi. Semua orang tertib dalam barisan. Tidak ada yang nyelonong, tidak ada yang mengandalkan kumis tebal atau dompet tebal untuk nyerobot. Semua patuh pada hukum _first come first served_. Lantas lima menit kemudian, Anda keluar dari shelter itu dan masuk ke kemacetan Sudirman. Di situ, hukum rimba berlaku: yang paling banter klakson dialah yang menang, yang paling berani nyelonong ke bahu jalan dialah yang sampai duluan. Selamat datang di Indonesia—negara yang berhasil membudayakan antri di dalam ruangan, tapi gagal total membudayakannya di atas aspal.​

*Keajaiban yang Terputus di Tengah Jalan*

Indonesia pernah mengalami transformasi kultural yang cukup mengesankan dalam hal budaya antri. Bandingkan dengan awal tahun 2000-an, ketika antri hanyalah konsep teoretis yang hanya berlaku di negara "sono"—Jepang, Singapura, atau negara-negara yang katanya "sudah maju". Dulu, sistem antri di Indonesia hanya berfungsi kalau dipaksakan lewat teknologi: karcis nomor di bank, mesin tiket di stasiun, atau security galak yang siap mengomel. Kini? Di bandara, di stasiun, di pusat perbelanjaan, bahkan di warung kopi hipster, orang Indonesia sudah relatif tertib mengantri. Bukan lagi karena dipaksa, tapi karena memang _sudah terbiasa_.​

Tapi keajaiban ini terputus begitu saja saat kita meninggalkan zona ber-AC dan memasuki zona beraspal. Di jalan raya, hukum antri seakan tergantikan oleh hukum siapa yang lebih galak. Motor nyelip kiri-kanan seperti ikan lele di selokan, mobil besar merasa berhak memaksa jalur karena ukurannya lebih intimidatif, dan yang paling absurd: munculnya fenomena "tot-tot wuk-wuk"—kendaraan bersirene dan strobo yang merasa memiliki hak istimewa untuk membelah kemacetan seenaknya. Padahal, jika kita konsisten dengan logika antri yang sudah kita terapkan di dalam gedung, seharusnya tidak ada yang berhak _nyerobot_ hanya karena punya sirene atau duit lebih banyak.​

*Bisnis Baru: Kapitalisasi atas Ketidakadilan Antrian*

Ironi berikutnya muncul dalam bentuk bisnis. Kalau Anda pikir Indonesia kreatif dalam hal startup digital, tunggu dulu—kita juga kreatif dalam mengkapitalisasi ketidaksabaran dan ketidakadilan. Bisnis _joki antrian_ dan layanan _fast track_ tumbuh subur, bukan karena kebutuhan medis atau emergensi, tapi karena ada segmen masyarakat yang merasa waktu mereka lebih berharga dibanding waktu orang lain. Di rumah sakit, layanan fast track yang seharusnya untuk kondisi darurat justru dimanfaatkan oleh kelompok umur yang tidak sesuai ketentuan. Di layanan publik lain, _joki antrian_ menjadi profesi yang sah—orang bayar, orang lain mengantri untuk mereka.​

Seperti pepatah Jawa mengatakan, _"Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana"_ (harga diri dari perkataan, harga tubuh dari pakaian)—tapi sekarang sepertinya ada tambahan: _ajining antrian saka dompet_ (harga antrian dari dompet). Yang kaya antri di jalur premium, yang miskin antri di jalur biasa. Yang berpengaruh pakai sirene, yang rakyat jelata terjebak macet berjam-jam. Sistem ini bukan lagi tentang efisiensi, melainkan tentang stratifikasi sosial yang diperkuat lewat mekanisme antrian.​

*Gerakan Protes: "Stop Tot Tot Wuk Wuk"*

Tidak mengherankan jika akhirnya muncul gerakan rakyat bernama "Stop Tot Tot Wuk Wuk". Gerakan ini bukan sekadar keluhan di medsos atau obrolan di warung kopi, tapi kampanye masif yang melibatkan stiker di kendaraan, video viral, dan desakan publik kepada pemerintah. Bahkan Istana harus angkat bicara: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pejabat harus memperhatikan "kepatutan" dalam menggunakan sirene, dan Kakorlantas mengevaluasi ulang kebijakan pengawalan dengan sirene. Presiden Prabowo sendiri disebut-sebut tidak selalu menyalakan sirene dan rela berhenti di lampu merah. Tapi pertanyaannya: mengapa harus sampai ada gerakan protes massal agar pejabat baru sadar bahwa mereka juga _pengguna jalan_ yang seharusnya tunduk pada etika yang sama?​

Gerakan ini adalah cermin dari frustrasi kolektif: kita sudah bisa antri dengan baik di loket bank, tapi mengapa tidak bisa antri dengan baik di jalan raya? Mengapa sistem yang berhasil di ruang tertutup gagal total di ruang terbuka? Jawabannya sederhana namun getir: budaya antri kita masih sangat bergantung pada pengawasan eksternal, bukan internalisasi nilai.​

*Bisakah Ini Berubah? Peran Antropolog dan Ilmuwan Sosial*

Di sinilah pertanyaan krusial muncul: bisakah Indonesia mengulang kesuksesannya dalam membudayakan antri di ruang publik tertutup, kali ini di jalan raya? Jawabannya: bisa, tapi tidak akan terjadi secara organik tanpa intervensi sistematis. Dan di sinilah antropolog Indonesia, sosiolog, psikolog sosial, dan akademisi lainnya harus turun tangan—bukan hanya menulis jurnal yang berakhir di rak perpustakaan, tapi bersuara dengan asertif di ruang publik.​

Antropolog seharusnya menjadi _public intellectuals_ yang mampu menjelaskan kepada publik bahwa budaya antri bukan hanya soal teknis atau sistem, tapi soal _worldview_ dan _habitus_. Mengapa orang Indonesia bisa tertib antri di dalam gedung tapi chaos di jalan raya? Karena di dalam gedung ada _boundaries_ yang jelas, ada sistem yang memaksa, ada pengawasan. Di jalan raya, batasannya kabur, sistemnya lemah, pengawasannya nyaris nihil. Maka yang muncul adalah perilaku oportunistik: siapa yang bisa nyelonong, dialah yang diuntungkan. Ini bukan soal karakter buruk individu, tapi soal struktur insentif yang salah.​

Antropolog juga harus berani mengkritisi fenomena _fast track_ dan _joki antrian_ sebagai bentuk komodifikasi keadilan. Ketika antrian bisa dibeli, maka yang dijual bukan hanya waktu, tapi juga martabat kolektif. Ketika pejabat merasa berhak membelah kemacetan dengan sirene, yang terjadi adalah reproduksi feodalisme dalam bungkus modernitas. Ini bukan lagi soal efisiensi, tapi soal siapa yang merasa lebih berhak atas ruang publik.​

*Jalan Keluar: Dari Pengawasan ke Internalisasi*

Transformasi budaya antri di jalan raya memerlukan tiga hal: teknologi, regulasi, dan edukasi kultural. Teknologi bisa berupa kamera CCTV dengan sistem tilang elektronik yang ketat, algoritma deteksi pelanggaran lalu lintas, atau bahkan aplikasi yang memberi insentif pada pengemudi tertib. Regulasi harus tegas dan tanpa tebang pilih: sirene hanya untuk ambulans dan kebakaran, tidak ada lagi privilege bagi pejabat. Tapi yang paling penting adalah edukasi kultural yang melibatkan antropolog, sosiolog, dan komunikator publik: kampanye masif yang tidak hanya menakut-nakuti dengan denda, tapi menjelaskan _mengapa_ antri itu penting sebagai wujud solidaritas sosial.​

Seperti yang dikatakan pepatah Sunda, _"Ulah boga alas boga kabogoh, tapi teu boga akal"_ (jangan punya hutan punya kekasih, tapi tidak punya akal). Indonesia punya infrastruktur jalan yang terus diperbaiki, punya teknologi transportasi yang semakin canggih, tapi kalau tidak punya "akal" dalam arti _kearifan kolektif_ untuk saling menghormati di jalan raya, semua itu sia-sia. Kita sudah membuktikan bahwa kita bisa berubah—lihat saja transformasi budaya antri di stasiun, bandara, dan mall. Sekarang giliran jalan raya. Dan antropolog Indonesia, inilah saatnya Anda tidak hanya mengamati dari menara gading, tapi turun ke lapangan, bersuara keras, dan memimpin perubahan.

Senin, 20 Oktober 2025

Harga sebuah pikiran



PARTAI BUKAN TUHAN YANG TIDAK BOLEH DIGANTI

PARTAI BUKAN TUHAN YANG TIDAK BOLEH DIGANTI
by; zepriadi

Menjadi Warga Negara yang Merdeka sebangsa dan setanah air, mari kita renungkan sejenak tentang realitas politik di negara kita.

Kita dikelilingi oleh berbagai macam bendera, lambang, dan janji-janji dari beragam partai politik. 
Misal Partai A punya visi ini, Partai B punya program itu, dan Partai C menawarkan solusi yang lain lagi. Perbedaan pandangan dan pilihan partai itu, sejatinya, tidak ada masalah. Itu adalah refleksi dari demokrasi yang sehat, bukti bahwa kita memiliki kebebasan untuk memilih jalur yang kita yakini terbaik untuk bangsa dan negara.

Perbedaan partai seharusnya menjadi kekayaan, sebuah spektrum ide yang dapat kita telaah dan kritisi. Ibarat sebuah orkestra, setiap alat musik (atau dalam hal ini, setiap partai) memiliki peranannya. Harmoni tercipta bukan karena semua alat musik sama, melainkan karena mereka memainkan peran yang berbeda-beda untuk menciptakan komposisi yang indah. Demikian pula, dalam politik, perbedaan seharusnya mendorong kompetisi sehat, inovasi kebijakan, dan akuntabilitas yang lebih kuat.

Namun, ada satu hal yang jauh lebih penting daripada sekadar memilih dan mendukung partai, Yang paling penting, jangan sampai kita menjadi *budak partai politik*

Menjadi warga negara merdeka berarti kita adalah subjek, bukan objek. Kita adalah akal sehat yang memilih, bukan robot yang diprogram untuk taat tanpa berpikir.

Budak partai adalah mereka yang menutup mata terhadap kesalahan partainya, yang membela mati-matian meskipun partainya jelas melenceng dari amanat rakyat.

Budak partai adalah mereka yang menjadikan identitas politik lebih penting daripada kebenaran, keadilan, dan kepentingan umum.

Budak partai adalah mereka yang siap membenci sesama warga negara hanya karena beda warna bendera.

Kita harus lebih besar dari partai manapun..
Loyalitas tertinggi kita bukanlah pada Ketua Umum atau pada warna bendera tertentu, melainkan pada Negara, Konstitusi, dan Prinsip Kebenaran.

Jadilah anggota, simpatisan, atau pendukung yang kritis. Berikan suara Anda, dukung program yang baik, tapi tarik dukungan Anda ketika partai mulai menyimpang.

Gunakan akal sehat Anda sebagai kompas, bukan dogma partai.
Ingatlah, partai politik adalah alat untuk mencapai tujuan, yaitu kesejahteraan dan kemajuan bangsa. 
Kita adalah tuannya, bukan budaknya. 

Begitu kita menjadi budak, kita telah kehilangan kemerdekaan berpikir dan bersikap, dan pada saat itu, demokrasi kita mulai sakit.

Oleh karena itu, mari kita rayakan perbedaan pilihan, tetapi satukan tekad untuk selalu berdiri tegak sebagai warga negara yang merdeka. Dukunglah ide dan kebijakan yang baik, dari partai manapun datangnya, dan kritisi yang buruk, meskipun itu datang dari partai yang Anda dukung.

Beda partai tidak masalah, asalkan kita semua adalah warga negara merdeka, bukan budak politik. 

Mari kita bangun bangsa ini dengan akal sehat dan hati nurani yang jernih.

Terima kasih.

Sabtu, 18 Oktober 2025

Bagian kita

Foto ini menunjukkan bahwa seseorang telah mengambil bagiannya, 
tetapi pada saat yang sama ia telah menghancurkan bagian orang lain, 

Bahkan jika ditanya tentu saja ia akan berkata: "Aku hanya mengambil bagianku"

Padahal Sebenarnya dia telah merusak bagian orang lain.

Moral dari cerita:
Siapapun boleh mengklaim dan mengambil haknya, 
tapi jangan mengambilnya dengan pandanganmu sendiri hingga menyusahkan orang lain.

Karena tidak semua setara itu Adil.....


Pendidikan Anak

Qabil anak Nabi Adam. 
Kan'an adalah anak Nabi Nuh. 
Sepuluh saudara Nabi Yusuf adalah anak Nabi, cucu Nabi, cicit Nabi dan saudara Nabi. 

Mereka semua dididik di baitun nubuwah. Wahyu turun di rumahnya. Tauladan termulia ada di hadapan mereka siang dan malam. Tentu pengajaran dan dakwah terbaik mereka dulu yang mendapatkannya sebelum disampaikan kepada orang lain. Tapi perangainya seperti yang kita ketahui. 

Imam Malik jadi tujuan para penuntut ilmu dari segala penjuru dunia untuk diambil ilmunya. Namun ketika beliau mengajar di masjid Nabawi, anaknya mengadu ayam di luar masjid. 

Imam al Jauzi ratusan ribu orang beriman dan taubat di tangannya. Tapi beliau masuk penjara gara-gara anaknya. 

Syekh Thaha Rayyan ulama besar pewaris madzhab Maliki. Beliau juga dicobai dengan cobaan yang dialami ulama yang beliau warisi. Dalam satu pertemuan talaqqi beliau berkata: "Kalian datang dari segala penjuru dunia untuk belajar denganku, sementara tidak ada di antara anakku yang mau menampung ilmuku".

Anak adalah harapan kita. Amanah yang terpikul dipundak kita. Yang harus kita didik dengan pendidikan terbaik. Kita tempatkan pada pergaulan yang Islami. Kita do'akan sebanyak-banyaknya dengan do'a terbaik. Kita biayai hidupnya dengan harta halal. 

Selanjutnya kita tawakkalkan kepada Allah. Tidak perlu kecewa dan putus asa bila hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Serahkan semua kepada taqdir Allah yang hanya Dia yang mengetahui hikmah di balik itu semua. Sebagai bukti bahwa kita hanya seorang hamba. Bukan penentu apalagi pencipta. 

Karena itu, apapun yang terjadi di sekitar, aku tidak mampu berkomentar terlalu banyak, apalagi sampai panjang lidah. Aku juga punya anak. Seluruh daya yang ku miliki sudah ku curahkan untuk kebaikan lahir dan batin mereka. Bahkan semenjak mereka belum ada. 

Dunia akan terus berputar. Tidak ada manusia yang selamat dari godaan. Hanya kepada Allah kita serahkan segalanya. 

{ وَأَصۡلِحۡ لِی فِی ذُرِّیَّتِیۤۖ إِنِّی تُبۡتُ إِلَیۡكَ وَإِنِّی مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِینَ }
[Surat Al-Ahqaf: 15]

{ وَٱلَّذِینَ یَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَ ٰ⁠جِنَا وَذُرِّیَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡیُنࣲ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِینَ إِمَامًا }
Oleh ust Zulfi Akmal

Kamis, 16 Oktober 2025

Ice breaker

[16/10 04.56] +62 882-0097-30012: Workshop Kak Kusumo Bersama 600 Guru PAUD se-Kota Depok Jawa Barat
[16/10 04.56] +62 882-0097-30012: # Workshop Ice Breaking Deep Learning Kak Kusumo Bersama Ratusan Guru PAUD,
Berminat Mengundang Kak Kusumo?
WA.0882009730012

MEMULIAKAN GURU, MENJAGA CAHAYA ILMU

🌺 MEMULIAKAN GURU, MENJAGA CAHAYA ILMU

Terinspirasi dari syi'ir Imam Asy-Syāfi'ī rahimahullāh

Ketahuilah — jalan ilmu tidak pernah dihampari sutra.
Ia selalu diselimuti ujian, teguran, bahkan terkadang getirnya kata seorang guru.
Namun, justru di situlah Allah menyembunyikan keberkahan ilmu.

Imam Asy-Syafi'i — sang mujtahid agung — pernah berkata:

 اِصبِر عَلى مُرِّ الجَفا مِن مُعَلِّمٍ
"Bersabarlah atas sikap keras atau ketegasan gurumu."

فَإِنَّ رُسوبَ العِلمِ في نَفَراتِهِ
"Sebab, hakikat ilmu itu justru tertanam di balik ketegasannya."

Subḥānallāh...
Guru yang menegur bukan sedang menjatuhkanmu —
ia sedang menyelamatkan masa depanmu.

Guru yang mengoreksi bukan sedang menghinamu —
ia sedang membangunkan nur Allah dalam dirimu.

Wahai kawan,
Janganlah engkau tergesa menilai gurumu dengan lensa perasaan.
Sebab ketegasan guru sering kali adalah bentuk kasih sayang yang paling tulus.
Ia menegur agar engkau tidak tergelincir.
Ia menahanmu agar engkau tidak tersesat dalam semangat yang buta arah.

 وَمَن لَم يَذُق مُرَّ التَعَلُّمِ ساعَةً
تَذَرَّعَ ذُلَّ الجَهلِ طولَ حَياتِهِ

"Barangsiapa enggan menelan pahitnya belajar sejenak,
maka ia akan menelan pahitnya kebodohan sepanjang hidupnya."

Ilmu adalah cahaya — dan cahaya itu tidak akan menetap dalam hati yang sombong,
tidak akan bersemayam pada lisan yang lancang kepada guru,
tidak akan bersinar dalam dada yang merasa cukup tanpa bimbingan.

Wahai para pejuang ilmu,
berdirilah di hadapan gurumu dengan penuh adab,
karena adab adalah kunci futūḥ (pembukaan hati).

Imam Asy-Syafi'i sendiri berkata:

"Aku membalik lembaran kitab di hadapan Imam Mālik dengan lembut,
karena takut suaranya mengganggu beliau."

Subḥānallāh — begitulah adab seorang ulama sejati.

وَمَن فاتَهُ التَعليمُ وَقتَ شَبابِهِ
فَكَبِّر عَلَيهِ أَربَعاً لِوَفاتِهِ

"Barangsiapa kehilangan masa belajarnya di waktu muda,
maka bertakbirlah empat kali atasnya, karena ia telah mati (semangat dan jiwanya)."

Wahai pemuda Islam…
Engkau adalah generasi yang Allah pilih untuk melanjutkan risalah dakwah.
Jangan sia-siakan masa mudamu untuk hal yang ringan dan fana.
Sungguh, masa muda adalah ladang menanam ilmu dan adab,
sementara masa tua hanyalah waktu memetik buahnya.

Dan akhirnya — Sang imam menutup dengan kalimat yang menggetarkan:

 وَذاتُ الفَتى وَاللَهِ بِالعِلمِ وَالتُقى
إِذا لَم يَكونا لا اِعتِبارَ لِذاتِهِ

"Demi Allah, kemuliaan seorang pemuda hanyalah dengan ilmu dan takwa.
Jika keduanya tiada, maka tiada nilai bagi dirinya."

Maka muliakanlah guru-gurumu — karena di tangan merekalah Allah titipkan cahaya yang menuntunmu menuju-Nya.
Jangan biarkan lisanmu mencela, jangan biarkan hatimu mendahului adab.

Karena siapa yang menjaga kehormatan gurunya,
Allah akan menjaga kehormatan dirinya di hadapan umat.

Dan siapa yang menundukkan hati di hadapan guru,
Allah akan menegakkan derajatnya di hadapan dunia.

🌿 "Adab kepada guru adalah adab kepada ilmu.
Dan adab kepada ilmu adalah adab kepada Allah, Rabbul 'Ilmi."

Pagerwangi Lembang
Senandung pagi selepas LU
Wildan Hakim

----------••♛♛♛••----------

Icebl breaker

[15/10 21.38] +62 882-0097-30012: Assalamu Alaikum Wr.Wb.
bunda yanda,
sebagai materi awal ice breaker ada pepatah mengatakan "tak kenal maka ta'arruf"

Kita Belajar Materi Ice Breaker Perkenalan dengan 6 Aspek Perkembangan :

Contoh :
Tok tok tok (ibu jari)
Ada siapa ada siapa (jari kelingking)
Kak Kusumo Kak Kusumo (jari telunjuk)
Di mana di mana (jari manis)
Itu dia itu dia (jari tengah)

Catatan : Gerakkan Jari Buka Tutup untuk Tiap Jari Berpasangan,

6 Aspek Perkembangan dengan Metode Perkenalan Sambil Menggerakkan Jari Jari :
1.Aspek Fisik Motorik
2.Aspek Bahasa
3.Aspek Sosem
4.Aspek Seni
5.Aspek Kognitif
6.Aspek Agama

Silahkan bunda yanda bisa langsung di coba dulu di tempatnya masing masing 👆
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: 👆ini contoh nada & cuplikan Videonya,
Materi yang di tampilkan dalam Video tersebut :
1.Tepuk Gembira,
2.Sesi Tak Kenal Maka Ta'arruf dengan 6 Aspek Perkembangan,
Selamat Mencoba bunda yanda ...
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: Untuk Variasi saat bunda yanda yang menyampaikan maka di ganti menyebut nama bunda yanda
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: Bunda Yanda yang sudah mencoba,
Yang mau share hasil prakteknya silahkan,
Pakai Audio boleh, Video juga Bisa
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: Penjelasan 6 Aspek :
1.Aspek Fisik Motorik : ada gerakan di semua jari tangan
2.Aspek Bahasa : ada kata kata yang di Ucapkan saat menggerakkan jari
3.Aspek Sosem (Sosial Emosional) : anak belajar bersosialisasi dengan mengenalkan dirinya kepada temannya
4.Aspek Seni : ada nada / intonasi suara
5.Aspek Kognitif : jari yang sama / sejenis di pertemukan, misal ibu jari kanan menempel sejajar dengan ibu jari kiri, dst
6.Aspek Agama : adab / sopan santun saat menyampaikan perkenalan
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: kalo semua sudah mencoba,
kita lanjut materinya sambil bunda yanda terus berlatih

apa sih ice breaker itu?
ice : beku ,breaker : pemecah kebekuan belajar
ice breaker : mencairkan suasana kelas yang sebelumnya kaku, monoton, membosankan menjadi bergairah, menyemangati siswa dan menyenangkan

Ada 4 fungsi utama ice breaker dalam pembelajaran :
1.jeda pembelajaran ketika jenuh
2.penyeimbang otak kanan dengan otak kiri
3.cara termudah otak untuk menyerap informasi, berkomunikasi dan bersosialisasi
4.sarana pendekatan kepada siswa

kapan waktu yang tepat memberikan ice breaker?
sesuai dengan tingkat usia anak yang kita hadapi, karena tingkat usia anak berbanding lurus dengan tingkat konsentrasinya, maksud berbanding lurus 1 tahun = 1 menit
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: kita lanjut dengan Praktek lagi Ice Breaker aba aba "HALLO", biasanya di jawab "HAI"
untuk Variasi dan Konsentrasi saat anak anak di beri aba aba "HALLO" bisa di ganti dengan Jawaban "FOKUS", menjawabnya sambil menggerakkan jari telunjuk tangan kanan menyentuh bagian samping kanan dahi (otak) yang ada di kepala,

silahkan bunda yanda praktek lagi 👆
[15/10 21.40] +62 882-0097-30012: Bunda yanda, 
sekarang Kita Belajar Mengenalkan Arah / Posisi dalam Bahasa Inggris Kepada Anak dengan Metode Langgam / Lagu

Contohnya :

DIRECTION (ARAH / POSISI)
Where is di mana
In Front of di depan
Behind di belakang
Beside is di samping (2X)

Up above is di atas
Under beneath di bawah
Here over there di sini dan di sana (2X)

Irama Lagu : Anak Kambing Saya

Selamat Mencoba,

Kita lanjut Mengenalkan Arah / Posisi dengan Versi Bahasa Arabnya,

Contohnya :

ARAH / POSISI
Aina di mana
Amama di depan
Waro'a di belakang
Bi jiwari di samping (2X)

Fawqo ala di atas
Tahta itu di bawah
Huna Hunaka di sini dan di sana (2X)

Irama Lagu : Anak Kambing Saya

Selamat mencoba lagi ...
[15/10 21.42] +62 882-0097-30012: *Arti, Tujuan, dan Manfaat Ice Breaking*
 
Ice Breaking secara harfiah berarti pemecah es. 
Secara maknawi berarti permainan yang digunakan untuk memecah kebekuan dalam berbagai aktifitas, terutama pembelajaran atau training,

Sementara tujuan yang hendak dicapai adalah terciptanya suasana yang akrab, cair dan menyenangkan sehingga terjadi proses keterlibatan (interaksi) multi arah dalam pembelajaran, yaitu interaksi antara guru / fasilitator dengan peserta, peserta dengan peserta dan peserta dengan sumber belajar,

*Adapun manfaat ice breaker dalah sebagai berikut : *

*Pertama,* Pengkondisian agar siswa siap untuk belajar,

*Kedua,* Membantu membangun mindset positif bahwa belajar dapat dilakukan tanpa tekanan, justru menjadi aktifitas yang menyenangkan,

*Ketiga,* Bila mengajar pada siang hari, siswa cenderung kehabisan energi. 
Perlu energizer untuk melibatkan mereka,
[15/10 21.42] +62 882-0097-30012: *⬛⬛Berikut beberapa Ice Breaker Pembuka kelas yang menyenangkan dan Menyemangati*⬛⬛
[15/10 21.42] +62 882-0097-30012: *Tepuk Apa Kabar Kawan Semua* 

Guru : Apa Kabar kawan – kawan Semua ? 
Murid : ( sambil Tepuk ) Baik
Guru : Apa Kabar Sahabatku Semua ?
Murid : ( sambil Tepuk ) Baik
Guru dan Murid : Semoga Allah Selalu Menjaga Agamamu, keluarga dan juga Sauadaramu ..... aamiin
[15/10 21.43] +62 882-0097-30012: *Hikmah / Pelajaran yg di dapat dari tepuk tanya kabar*


1. Membuka kelas dengan cara menyenangkan 

2. Membangun kedekatan/kebersamaan siswa

3. Menumbuhkan rasa percaya diri siswa 

4. Merasa di hargai keberadaannya satu sama lain
[15/10 21.43] +62 882-0097-30012: Lagu Jari Siap Belajar
Satu jari kanan
satu jari kiri, 
kugabung menjadi dua kubuat jembatan ... panjang,

Dua jari kanan 
dua jari kiri ku gabung menjadi empat kubuat kamera ... cekrek,
     
Tiga jari kanan
 tiga jari kiri 
kugabung menjadi enam kubuat menara ... tinggi,
    
Empat jari kanan 
empat jari kiri 
kugabung menjadi delapan kubuat telinga ... kelinci,
   
Lima jari kanan 
lima jari kiri kugabung menjadi sepuluh 
bersiap Belajar
[15/10 21.44] +62 882-0097-30012: *Hikmah Pelajaran yang di dapat dari lagu jari kanan dan kiri*

1. Mempersiapkan belajar yang menyenangkan

2. Membuat anak fokus dalam menerima pelajaran 

3. Membangun imajinasi anak
[15/10 21.44] +62 882-0097-30012: Kita lanjut Belajar Ice Breaker "Senam Otak" Bernyanyi dengan Angka :

Angka 1 : Angkat jari Telunjuk
Angka 2 : Angkat jari Tengah dan Manis
Angka 3 : Angkat Ibu jari,Telunjuk dan Kelingking
Angka 4 : Angkat semua jari kecuali Kelingking
Angka 5 : Angkat semua jari

Mulai Bernyanyi : 
"satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan
siapa rajin ke sekolah cari ilmu sampai dapat
sungguh senang amat senang
bangun pagi pagi sungguh senang" (AT Mahmud)

Ubah Lirik Lagu tersebut menjadi Senam Angka :

1 2 3 4 5 4 3 1
5 4 3 1 2 3 4 5 1 

(tiap baris di ulang 2 kali sambil gerakkan jari jarinya sesuai dengan kode angkanya)

Selamat Mencoba lagi bunda yanda 👆
[15/10 21.46] +62 882-0097-30012: Kita Lanjut Menyemangati Anak Anak dengan Ice Breaker "Menggapai Bintang"

Contoh Teksnya :

Tangan Ke Atas Menggapai Bintang,
Tangan ke Samping Burungnya terbang,
Tangan ke Depan Bertepuk Tangan,
Tangan di Lipat Siap Berdo'a
Tangan di Lipat Siap Belajar

untuk aba aba sebelum berdo'a, contohnya :

INI KANANKU INI KIRIKU
KITA SATUKAN LALU BERDO'A
LALU BERDO'A
LALU BERDO'A
( irama lagu "panjang umurnya")
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Hikmah / Pelajaran Yang di Dapat dari ice breaker Menggapai Bintang :

1. Menumbuhkan Rasa Gembira Sebelum Proses belajar

2. Menbangun Kebersamaan  

3. Ikhtiar harus di iringi dengan doa

4. Bebas berkreasi sebebas burung terbang di angkasa 

5.Menumbuhkan semangat cita cita setinggi bintang di langit
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: *PROJECT*

Project adalah sebuah pekerjaan yang bersifat unik dan sementara, 
dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dan membuahkan hasil dan manfaat yang diinginkan,

Dalam pembelajaran PAUD, project penguatan profil pelajar pancasila yang dilakukan dapat berupa pembuatan *PRODUK* dan *KEGIATAN* 

Sehingga anak-anak tidak harus melulu membuat *PRODUK*, dapat juga berupa *KEGIATAN*

Apa saja yang dapat dibuat Project yang berbentuk *KEGIATAN* ? 

1. Tema : Kita semua bersaudara 

Ikat tanggal : 21 februari, Hari sampah nasional 

Kegiatan : anak-anak kerja bakti 

Anak-anak diberikan kesempatan untuk memahami pentingnya *kerja bakti* 

Anak-anak diajak melihat tempat sampah, sapu, kemoceng, lap, sabun, ember, dll 

Anak-anak melihat gambar atau video, apa itu kerja bakti 

Anak-anak menulis, mau membersihkan apa? 
Lalu hasilnya diletakkan dimana? 
Pembagian tugas, siapa yang persiapan alat, siapa yang menyiapkan makanan / minuman,

Anak-anak membuat target sederhana, misalkan hari ini mau membersihkan apa? Besok apa? 

Pelaksanaan kegiatan, anak-anak kerja bakti 

Tampak anak-anak bergotong royong, berkomunikasi, bernalar kritis 

Setelah kerja bakti, anak-anak diajak untuk refleksi diri, bagaimana tempat nya? 
Bersih, rapih dan sehat 

Bagaimana, kerja bakti ini? Asyik bu guru, sebaiknya dilakukan berapa kali kita kerja bakti? Dua minggu sekali bu guru,
...... 
......
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Apa saja yang dapat dibuat Project yang berbentuk *KEGIATAN* ? 

2. Tema : Aku sayang bumi

Ikat tanggal : 1 Juli, Hari buah sedunia

Kegiatan : anak-anak membuat penelitian sederhana

Anak-anak diberikan kesempatan untuk memahami pentingnya *perubahan, pertumbuhan dan perkembangan* 

Anak-anak diajak melihat buah berbiji dan tanpa biji, buah untuk pupuk, cetok, kapas, dll 

Anak-anak melihat gambar atau video, apa itu perubahan, pertumbuhan dan perkembangan,

Anak-anak menulis, senang buah apa? 
Lalu dibawakan buah dan diteliti secara sederhana,

Misalkan : anak suka 🍎 apel, bu guru memotong apel 🍎, anak diajak mengamati, berapa lama perubahan warna dari apel putih ke warna coklat,

Anak memotong kulit apel, lalu dijadikan pupuk

Anak mengumpulkan biji, lalu 🌱 menanam

Pelaksanaan kegiatan, mengamati dan mencatat

Tampak anak-anak mandiri, berkomunikasi, kreatif bernalar kritis 

Setelah memahami, anak-anak diajak untuk refleksi diri, bagaimana apel🍎 nya? 
Iya bu, berubah warna,

Bagaimana, perubahan apelnya? 
Benar bu guru, berubah warna,
...... 
......
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Apa saja yang dapat dibuat Project yang berbentuk *KEGIATAN* ? 

3. Tema : Imajinasi dan kreativitas

Ikat tanggal : 8 September, Hari literasi nasional

Kegiatan : anak-anak menceritakan tentang apa yang dipahami,

Anak-anak diberikan kesempatan untuk memahami pentingnya *publik speaking atau berbicara* 

Anak-anak diajak melihat telur, ayam kecil, ayam besar, dll 

Anak-anak melihat gambar atau video, apa itu telur, bagaimana cara menetas nya, suara ayam kecil dan besar, dll

Anak-anak menempel perkembangbiakan ayam? Lalu anak bercerita,

Misalkan : anak bercerita didepan teman-temannya atau guru nya atau orangtuanya tentang apa yang dibuat,

Anak menempel proses ayam mulai dari bertelur, telur, menetas, anak ayam, ayam besar 🐤🐓🐓🐓🐔,

Pelaksanaan melihat, mengamati, menempel dan menceritakan,

Tampak anak-anak mandiri, berkomunikasi, kreatif bernalar kritis,
...... 
......
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Capaian pembelajaran adalah aktifitas harian guru bersama siswa sebagai sarana guru untuk mengasesmen dan membuat anak pintar 

Agar guru mudah mengasesmen kegiatan anak, cobalah amati dengan cermat apa yang dilakukan

Semoga gambaran umum ini dapat memudahkan guru keren 😊😊🇮🇩🇮🇩

*Literasi* itu dominan di pemahaman
1. Huruf
2. Angka
3. Bentuk
4. Warna
5. Kata
6. Kalimat

*Jati diri* itu dominan di Kaki
1. Berdiri
2. Berjalan
3. Berlari
4. Melompat
5. Mundur
6. Maju
7. merangkak
8. memanjat
9. Berjinjit
10.meloncat
11. Dll

*Literasi* itu dominan dipemahaman
1. Bisa menirukan
2. Bisa Mengulang kalimat
3. Bisa Menjawab
4. Bisa Menceritakan
5. Bisa Menyebutkan

*sains* itu dominan di pengamatan
1. Adanya perubahan
2. Adanya gerakan
3. Adanya perbedaan
4. Adanya Proses 

*Tekhnologi* dominan di alat
1. Untuk mempermudah
2. Untuk mempercepat
3. Untuk memotong 
4. Untuk mengecilkan
5. Untuk membesarkan
6. Untuk memanjangkan 
7. Dll

*Matematika* itu dominan itu di objeknya 
1. Disamakan
2. Dibedakan
3. Sebab akibat
4. Dikelompokkan
5. Diurutkan
6. Ditimbang
7. Diukur

*Jati diri* itu dominan di diri sendiri 
1. Memegang
2. Menyusun
3. Menjiplak
4. Menggunting
5. Meronce
6. Mencocokkan
7. Menganyam
8. Menebalkan
9. Melipat
10. Meronce
11 Menyusun 
12 Melempar 
13. Menangkap
14. Aku
15. Saya
16. Kamu
17. Kami
18. Kita
19. Semua
20. Kalian

*Nilai Agama dan budi pekerti* itu dominan di Hati
1. Menyayangi
2. Berdoa
3. Menolong
4. Salam 
5. Membagi
6. Sopan
7. Rapih
8. Bersyukur
9. Memberi
10 menolong 

*Rekayasa* itu dominan di imajinasi
1. Jadi ini
2. Jadi itu
3. Tambah ini
4. Tambah itu 

Selamat mencoba
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Motorik Kasar itu dominan di Kaki

1. Berdiri
2. Berjalan
3. Berlari
4. Melompat
5. Mundur
6. Maju
7. merangkak
8. memanjat
9. Berjinjit
10.meloncat
11. Dll

Aspek Bahasa itu dominan di Mulut

1. Menirukan
2. Mengulang kalimat
3. Menjawab
4. Menceritakan
5. Menyanyi
6. Menyebutkan

Aspek Kognitif itu dominan di Pikiran atau Kecerdasan

1. Menyamakan
2. Membedakan
3. Sebab akibat
4. Mengelompokkan
5. Mengurutkan
6. Mengamati

Motorik Halus itu dominan di Tangan

1. Memegang
2. Menyusun
3. Menjiplak
4. Menggunting
5. Meronce
6. Mencocokkan
7. Menganyam
8. Menebalkan
9. Melipat
10. Meronce
11 Menyusun 
12 Melempar 
13. Menangkap

Aspek Agama dominan di Hati

1. Menyayangi
2. Berdoa
3. Menolong
4. Salam
5. Membagi
6. Sopan
7. Rapih
8. Bersyukur

Aspek Seni dominan

- ditelinga (Seni musik)
- ditangan (Seni lukis, seni musik, seni tari)
- dimulut (seni suara)

Saat kita mampu memilah dan memilih,
maka kita mudah memasukkan ke dalam Tema maupun Sentra
Asyiknya Belajar dan Bermain dengan Anak adalah Mendalami
Seandainya kita dapat mendalami satu gerakan saja,maka kita akan mendapatkan Ilmu Permainan yang banyak

Contohnya :
BERDIRI
Permainannya adalah :
Berdiri satu kaki,
berdiri berjinjit,
berdiri di bambu,
berdiri di tempat yang kecil,
berdiri di lingkaran,
berdiri bersama teman dll

Contohnya :
MENYAMAKAN
Permainannya adalah :
Menyamakan huruf,angka,bentuk,benda,warna, jari,kaki dll

Selamat mencoba,

Hendaknya setelah memberi anak tugas menulis atau apa saja kita harus moving (berpindah) untuk melihat apakah siswa nulisnya sudah benar atau belum,
Nulisnya dari arah kiri ke kanan atau dari dari kanan ke kiri atau dari atas ke bawah atau sebaliknya dari bawah ke atas,

Kita sebagai guru hendaknya mendampingi siswa dalam hal apapun,
guru tidak hanya duduk manis di kursi meja nya.
Guru jaman now peduli terhadap siswanya, guru harus moving / berpindah tempat untuk melihat kondisi siswa lebih dekat, baik itu siswa kelompok A atau siswa Kelompok B dan hal ini akan menghindari siswa dari perselisihan, bertengkar atau memukul ketika preoses belajar, guru harus tersenyum, ramah dan lembut

Itulah Guru PAUD yang pahalanya segudang karena memang tanggung jawabnya yang sangat besar terhadap siswa / anak nya

Maka tidak salah kalau terkadang wali murid memberi kita hadiah (ucapan terima kasih),

Semoga kita bisa mengamalkan ilmu ini sehingga lembaga kita jadi lebih baik dan terbaik,

Guru itu harus punya jiwa kewirausahaan (kreatif dan mandiri),
Guru itu seperti pamong, artinya momong, yang momong harus punya kasih sayang terhadap yang di mong dalam hal ini anak/siswa,
Guru kita tidak boleh memiliki wajah yang menakutkan,

Tersenyumlah supaya anak-anak tidak takut,
Jangan bangga jadi orang yang di takuti,
Tapi banggalah karena di segani dan berwibawa,

Sesuaikanlah suara ada saat butuh suara keras ketika mengajar, jangan terlalu keras.
Dan jangan terlalu lembek yg membuat anak tidak termotivasi / tidak greget (semangat),

Hendaknya kita Memotivasi diri kita dan team kita supaya lebih baik dan lebih pintar supaya terus belajar,

Guru harus tersenyum Tersenyumlah seperti kalau kita masuk di BANK.
Masuk kelas di sambut dengan senyuman guru dan di sapa "selamat pagi, ada yang bisa saya bantu? "silahkan duduk dan minum dulu." pasti orang tua akan makin cinta dan percaya kepada kita,
Kalau lembaga kita seperti itu,
Insha Allah akan sukses selamanya, jangan menyepelekan hal kecil ini, kalau guru memasang wajah senyum, giat untuk mengadakan perbaikan, punya wajah sayang dan ramah terhadap anak pasti akan lebih maju dan lebih baik.
Guru harus selalu mengadakan perbaikan,kreatif, mengajar *#edupreneurship *#entrepreneurship

Guru juga perlu di supervisi di pantau bagaimana cara mengajarnya, sikapnya, cara bicaranya ( supervisi akademik dan klinis ) maka perlu diadakan sharing dan bimbingan untuk guru agar lebih baik,
kalau belum baik ya kita perbaiki bersama, bila sudah baik semoga lebih baik dan bertambah baik,

Karena guru PAUD (RA/BA/TA/TK/PPT/TPA) itu pertama kali yang akan masuk surga dengan catatan ngajar nya yang baik, tapi kalau sebaliknya, ya yang akan pertama kali masuk neraka,

CIRI-CIRI TEAM HEBAT PADA LEMBAGA:

- Kreatif
- Konsisten
- Menghasilkan dengan cepat,
Serta
"PARTISIPASI DARI SELURUH ANGGOTA TEAM"

Semoga kita bisa menjadi tim hebat yang terus bersemangat mencerdaskan dan membimbing generasi spesial kita,

Semangat,
Kerja cerdas, Kerja Keras, kerja Ikhlas, kerja Tuntas,

Semoga kita bisa menjadi guru idaman
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: *Permainan Profil Pelajar Pancasila*

*1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia*

Cara bermainnya :
1. Buatlah 3 kelompok dan berbaris
2. Teman paling depan diberi balon, lalu ditiup (yakinkan kepada peserta, bahwa *udara* itu tidak tampak, namun ada dan terlihat dari membesar nya balon) 
(Beri keyakinan lagi bahwa Allah menciptakan sesuatu yang tampak dan tidak tampak) 
3. Balon 🎈yang ada diberikan keteman dibelakangnya dengan cara di lambungkan (kelompok yang menang, yang pertama kali memberikan 🎈 balon) sampai belakang

*2. Berkebinekaan global*

Cara bermainnya: 
1. Cari 5 kelompok dan Sediakan 5 macam warna balon 🎈(yakinkan kepada peserta bahwa mereka berbeda namun memiliki ukuran yang sama dan tujuan yang sama) 
2. Balon yang ada oleh semua kelompoknya, akan diikat ditiang, namun untuk mengikatnya *diberi jarak*, agar ada kerjasama semua kelompok

*3. Bergotong royong*

Cara bermainnya :
1. Sediakan kain panjang
2. Semua kelompok memegang kain 
3. Balon yang ada diletakkan ditengah kain, lalu balonnya dimasukkan kedalam ember yang disediakan

*4. Bernalar kritis*

Cara bermainnya :
1. Buat kelompok berbaris
2. Teman paling belakang menentukan satu balon warna apa saja
3. Lalu memberitahu teman depannya dengan tanpa suara
4. Regu yang menang yang dapat menjawab sama 

*5. Kreatif*

Cara bermainnya :
1. Buat 3 kelompok 
2. Teman depan diberi kertas hvs bergambar balon lalu dilipat 3 kali lalu dipotong
3. Potongan yang ada diberikan keteman belakang lalu teman belakang menyusun kembali kertas hvs nya 

*6. Mandiri*

Cara bermainnya :
1. Semua kumpul lalu semua berkata b-a-l-o-n
2. Buat gerakan b-a-l-o-n
3. Buat tepuk b-a-l-o-n
4. Nyanyi b-a-l-o-n
5. Setelah bisa, gunakan game balon dengan gerakan begini begini begitu 

*selamat bermain* 😊🇮🇩🇮🇩
[15/10 21.47] +62 882-0097-30012: Bunda yanda,
Kita lanjut belajar ice breaker lagi Mengenalkan Berbagai Arah / Posisi Kepada Anak,
contohnya dengan Aba Aba berikut ini :
(masih menggunakan jari)

1 Ke atas
2 Ke depan
3 Ke Kanan
4 Ke Kiri
5 Ke Bawah
6 Ke Belakang, 
(Sambil Gerakkan Jari Telunjuk Sesuai dengan Aba Aba yang Kita Ucapkan),

Setelah itu bisa dinyanyikan dengan nada "Panjang Umurnya" :

Ini ke Atas
Ini ke Depan
Ini ke Kanan
Ini ke Kiri
Ini ke Bawah
Ini ke Belakang

Selamat Mencoba,
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: Setelah bermain kita lanjut ice breaker Semangati Anak dengan Lagu ini :

"Aku Anak Juara"

Aku adalah Anak Juara
Selalu Riang Serta Gembira
Karena Aku Rajin Belajar
Tak Kenal Malas ataupun Lelah
Lalalala .....

Setiap Hari Kubaca Buku
Bertukar Ilmu Bersama Guru
Ilmu yang Berkah Indah Barokah
Smangat Belajar tak Pernah Punah
Lalalala .....

( Lirik Lagu "Aku Anak Gembala")

tips :
bunda yanda menyanyikan bersama Anak dengan Ekspresi Wajah Ceria dan Antusias,
Silahkan bunda yanda bisa berkreasi dengan Gerakan untuk Kata Kata yang dinyanyikan,
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: Bunda yanda,
Kita belajar 1 ice breaker lagi,
Variasi Tepuk Konsentrasi untuk Awal Pembelajaran,

Contohnya :

TEPUK SISWA CERIA
Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Tangan XXX
Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Paha XXX
Kalau Kau Siswa Ceria Mari Kita Lakukan Kalau Kau Siswa Ceria Tepuk Bahu XXX
Kalau Kau Siswa Ceria Petik Jari XXX
Kalau Kau Siswa Ceria Bilang Horee Horee
Kalau Kau Siswa Ceria Mari Kita Lakukan Lakukanlah Semuanya (dari Awal)

Bunda Yanda Memberi Aba Aba Tepuk dengan Ekspresi Wajah Ceria dan Antusias,
X = jumlah tepukan dan tempo tepukan,
Disertai Gerakan untuk Tiap Tepuk,
Dari irama "Kalau Kau Suka Hati"
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: *5 Bingkisan untuk Murid* 🎁

Bingkisan ke1 ⭐
Setiap anak adalah *bintang* , memiliki kelebihannya masing-masing

Bingkisan ke 2 🌊
Kecerdasan itu seluas *samudera* 
ukurannya bisa dari pengetahuan, ketrampilan ataupun sikap

Bingkisan ke-3, 💯
Setiap anak cerdas dengan Multiple Intelligence
a. Cerdas bahasa: secara lisan atau tulisan 📝
b. Cerdas kinestetis 🏃‍♂️⛹️‍♀️
c. Cerdas musik 🎼
d. Cerdas Bergaul (interpersonal)🫱🏻‍🫲🏻
e. Cerdas Logika dan Angka 🧮
f. Cerdas Naturalis 🌱
g. Cerdas diri (intrapersonal) 🧘🏻‍♀️
h. Cerdas Spasial Visual 🏛️

Bingkisan ke-4 🏊‍♀️
Guru harus memiliki hobi baru yaitu *menyelam* 
Menyelam untuk mencari potensi / bakat tersembunyi dari siswa.

Bingkisan Ke-5 🎯
mengenali setiap potensi - minat ataupun bakat siswa kemudian mengasahnya

 _a teacher takes a hand_ 🫴🏻
 *open mind*  
 _touches a heart_ 💕
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: *Mindfull, meaningful, joyful*

Untuk merasakan yang full full, kita dan anak-anak akan menghadapi waktu *SHUBUH*

*Mindfull*
Rasakan sulit nya bangun dan membangunkan sholat shubuh

Kenapa sangat sulit ? Karena Allah sudah menjawab nya pada surat Al falaq (waktu shubuh) 

Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai shubuh

Kita semua akan merasakan sangat sulitnya bangun shubuh, kenapa ? *saat adzan shubuh*, kita sering diganggu oleh sesama manusia (masih banyak yang tidur, tidur lagi saja), sering diganggu oleh jin&👹😈 setan (suara malaikat bangun, suara setan tidur saja lagi, seandainya yang kuat setan, maka kita akan 😴💤💤💤 tidur lagi), sering diganggu malam 🌛🌟🌛🌟 (masih gelap, tidur lagi saja) 

Aktifitas diatas tiiiiiap hari dirasakan, sehingga *suasana pagi dalam keluarga pasti ruuuuame* 😊😊, banyak emosinya

Lalu bagaimana mengatasi nya ? 

*gunakan meaningful* atau kebermaknaan 

Naaak, ayo bangun, yang punya shubuh Allah, ayo bangun karena Allah, bukan karena Ayah Bunda

Naak, setan itu kan terbuat dari 🔥api, boleh ya, ayah/bunda bangunkan kamu pakai 💧💦 air (diusapkan ke wajahnya) lalu dipandu ambil air wudhu (untuk mengusir 👻😈👹👹 setan) seandainya sudah bangun, dipandu *beribadah berjamaah* 

Usai sholat berikan makna shubuh, waktu shubuh, doanya mudah dikabulkan, shubuh banyak berkahnya, shubuh awal dari semangat hari ini, dll 

*Semangat jangan semangit*

Lawan rasa kantuk dengan mengingat Allah dan kebermaknaan waktu shubuh 🤲🤲🤲

Setelah berjalan dengan baik, sudah bisa dan biasa bangun pagi serta beribadah

*olahraga, jalan pagi bersama* lakukan bersama dengan *JOY FULL* dengan senang, semangat dan bahagia

Rasakan perjuangan shubuh di masa yang akan datang

*ORANG YANG SENANG BANGUN PAGI DAN ANAK YANG BISA RAJIN BERIBADAH*

Menjadi pembeda 

Menjadi pembeda dari yang lain 

Menjadi pembeda dari yang lain, karena *CALON GENERASI HEBAT DAN SUKSES* Amiiin


Semangat pagi 

*Pranowo Yogya* 😊🇲🇨🇲🇨
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: *MINDFULL, MEANINGFUL DAN JOYFULL*

Untuk merasakan yang full full, kita dan anak-anak kita, *sebentar lagi akan meninggalkan bulan puasa*


*Mindfull*
Puasa artinya menahan, apa yang ditahan ? Panca indera kita 

- Naaak, rasakan saat 👄 mulut kita bertahan untuk tidak menggunjing, mengumpat, dll
- Naak, rasakan saat 👄 mulut kita bertahan untuk tidak memasukkan makan dan minum
- Naak, rasakan saat 👃 hidung kita bertahan untuk tidak mencium bau makanan yang lezat serta memasukkan air dari hidung 
- Naak, rasakan saat 👂 telinga kita bertahan untuk tidak mendengarkan sesuatu yang negatif lalu masuk dalam pikiran kita 
- Naak, rasakan saat 👀mata kita bertahan untuk tidak melihat hal-hal negatif 
- Naak, rasakan saat ✋tangan kita bertahan untuk tidak melakukan kekerasan atau pukulan 

*Berapa lama naak, merasakan nya untuk ditahan ?*

- Setiap hari sekitar 16 jam
- Sebulan 16 x 30 = 480 jam 

Sekitar 480 jam naaak 

Lalu
✏️✏️✏️
*Maknanya apa ? Meaningful nya apa ?*

Lamanya kita menahan diri dari *hawa nafsu* inilah yang membedakan puasa dengan ibadah lainnya, sehingga puasa yang akan memberikan besar nya pahala hanya Allah SWT 

Puasa adalah bulan pendidikan, sehingga kita dididik secara pribadi & sosial emosional

Puasa disediakan syurga bernama Ar Royyan

Puasa sarana berkomunikasi dengan Allah dalam jangka panjang dan sarana dipertemukan

*Bagaimana nak ? Indahkan puasa*

Pengorbanan kita berpuasa bersama tidak sia-sia 

- Kita sangat dekat dengan diri sendiri
- Kita sangat dekat dengan Allah SWT
- Kita sangat dekat dengan makhluk ciptaan Allah SWT

Setelah anak paham lalu mengangguk-angguk 

Gunakan *JOYFUL*, 😊 senyum 🎉 ceria 🤝 semangatin 💪 ayooo lebih semangat lagi


*SEBENTAR LAGI KITA AKAN MENINGGALKAN PUASA*

Masih ada waktu untuk mindfull, meaningful dan joyfull

Semoga puasa kita ber kesadaran, penuh makna dan melakukan nya dengan ceria dan bahagia

😊💪🤝🎉🎉🫡🫡

*Pranowo Yogya* 😊🇲🇨🇲🇨
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: *MINDFULL, MEANINGFUL, JOYFULL*

Untuk merasakan yang full full, kita dan anak-anak kita, *sebentar lagi akan jadi kupu-kupu* 🤲🤲🤲...setelah satu bulan penuh jadi kepompong


*Mindfull*

*Dahulu* kita selalu mengajar kan tentang Rukun Islam itu ada 5 lalu menghafal dan menanyakan, puasa itu rukun iman yang keberapa ? 

Setelah tahu dan ingat, maka kita diajak memahami, apa itu puasa ? Kenapa kita berpuasa ? 

Setelah itu kita wajib melaksanakan puasa (dibangunkan orangtua dan puasa bersama) 

Kita bangga, saat anak tahu rukun islam, paham arti puasa dan semangat melaksanakan nya bersama keluarga

😊✏️✏️✏️
*sekarang* jaman sudah berubah, ingat, paham dan melaksanakan tidaklah cukup 

*sekarang* kita harus naik level, naik tingkat 

Ajak anak-anak menganalisa, tentang puasa dari *aspek agama dan budi pekerti*, agar anak kita paham bahwa yang mengundang puasa adalah Allah, dengan puasa kita bersih, sehat dan keselamatan diri, memahami perbedaan dalam sholat tarawih, dan mencintai sesama makhluk Allah 

*Menganalisa* tentang jati diri, mampu mengelola emosi, melakukan perilaku positif dan merasakan setiap langkah, ucapan dan perbuatan 

*menganalisa* kemampuan literasi, sains, adanya perubahan tekhnologi, mampu merekayasa, cerdas dalam seni dan hitungan 

Lalu
✏️✏️✏️
*Maknanya apa ? Meaningful nya apa ?*

Puasa adalah bulan pendidikan, bulan dimana kita perlu mengevaluasi diri, mampukah menahan hawa nafsu, mampukah dekat dengan Allah SWT, mampukah menjadi diri sendiri, mampukah mengelola emosi

Setelah damai dengan diri sendiri, kita perlu menciptakan sesuatu yang bermakna dengan *JOYFUL*, 😊 senyum 🎉 ceria 🤝 semangatin 💪 ayooo lebih semangat lagi

Mulailah dengan menciptakan 7 kebiasaan anak hebat Indonesia

- Dahulu sulit bangun pagi, dengan puasa mudah bangun pagi
- Dahulu sulit beribadah, dengan puasa senang berjamaah 
- Dahulu sulit makan bergizi, dengan puasa badan sehat dengan makanan bergizi
- Dahulu malas belajar, dengan puasa senang belajar
- Dahulu sulit bermasyarakat, dengan puasa senang bersosialisasi
- Dahulu tidur malam terus, dengan puasa tidur cepat karena tubuh perlu istirahat dan persiapan bangun menyambut semangat pagi


*Ayooo naik level dengan menganalisa, mengevaluasi dan menciptakan perubahan mendasar dahulu dimulai dari diri sendiri*


Semoga dengan puasa tercipta anak hebat Indonesia 🇲🇨🇲🇨🇲🇨 tidak perlu menunggu 2045 namun dimulai sebentar lagi, saat kita merayakan HARI RAYA IDUL FITRI



😊💪🤝🎉🎉🫡🫡

*Pranowo Yogya* 😊🇲🇨🇲🇨
[15/10 21.49] +62 882-0097-30012: *MINDFULL, MEANINGFUL, JOYFULL*

Untuk merasakan yang full full, kita dan anak-anak kita, *sebentar lagi akan LEBARAN* 🤲🤲🤲...LEBARAN, di bahasa Jawa artinya wis bar yang berarti *sudah selesai*, bahasa betawi berasal dari kata lebar yang berarti *luas* bahasa Sunda kata "lebar" yang berarti *melimpah* bahasa Madura, berasal dari kata "lober" yang berarti *tuntas*.


*Mindfull*

*Dahulu* kita selalu mengajar kan tentang Puasa, lebaran, dan idul fitri, lalu menghafal dan menanyakan tentang suasana lebaran dan sholat ied

Setelah tahu dan ingat, maka kita diajak memahami, apa itu artinya lebaran ? Kenapa kita saat lebaran tidak boleh puasa dan harus salaman ? 

Kita bangga, saat anak tahu arti lebaran, karena tradisi yang ada, baju baru, banyak makanan dan uang dari sanak keluarga, anak-anak semangat melaksanakan nya bersama keluarga

😊✏️✏️✏️
*sekarang* jaman sudah berubah, ingat, paham dan melaksanakan tidaklah cukup 

*sekarang* kita harus naik level, naik tingkat 

Ajak anak-anak menganalisa, tentang lebaran dari kata yang sering terdengar di bahasa Jawa *LEBAR, LEBUR, LUBER, LABUR*

*Menganalisa*, kenapa Lebar (karena saat puasa kita jadi kepompong, kita harus menahan diri, tidak bebas secara ruhiyah dan jasmaniah, saat lebaran, kita bebas, namun bebasnya tentu menjadi *KUPU-KUPU* merubah diri menjadi lebih baik) 

Kenapa lebur (karena puasa adalah sarana menghapus dosa, Allah mengampuni dosa-dosa dari apa yang diperbuat), seperti kaca yang banyak debu, banyak dosa yang menempel dalam diri kita, puasa adalah sarana membersihkan diri 

Kenapa luber (karena saat puasa, banyak pahala dan rahmat Allah yang diberikan, setiap kali baca satu ayat ada pengalinya, ada malam lailatul qadar (malam 1.000 bulan) dll, saat lebaran kita luber atau kelebihan bahagia, kelebihan kenikmatan, sehingga tidak sanggup berkata apa-apa selain doa dan syukur

Kenapa Labur (karena setelah puasa, kita putih, bersih, suci, layaknya bayi yang baru lahir)


Lalu
✏️✏️✏️
*Maknanya apa ? Meaningful nya apa ?*

Lebaran adalah hari suka cita, hari bahagia, hari kasih sayang, hari dimana kita selesai dengan diri sendiri lalu melihat orang lain, keluarga, sahabat dan guru-guru kita, apa salah dan dosa yang selama ini diperbuat, hari kita bersalaman, bermaaf-maafan dan 0:0

Setelah damai dengan diri sendiri dan saudara, keluarga, sahabat dan para guru, kita perlu menciptakan sesuatu yang bermakna dengan *JOYFUL*, 😊 senyum 🎉 ceria 🤝 berbagi cerita bahagia 


Atas nama pribadi dan keluarga, mohon maaf atas segala khilaf selama ini

Maafkan atas kekurangan ilmu dan pengalaman yang selama ini kami berikan, semoga kita bisa saling melengkapi, bersinergi dan saling nasehat menasehati


Maaf lahir batin ya
😊💪🤝🎉🎉🫡🫡

*Pranowo Yogya* 😊🇲🇨🇲🇨

Rabu, 15 Oktober 2025

Jika saat ini engkau tidak lagi menemukan Mujahid Siyasi yang menepati janjinya, jadilah kamu Mujahid siyasi yang tepat janji itu

"Jika saat ini engkau tidak lagi menemukan Mujahid Siyasi yang menepati janjinya, jadilah kamu Mujahid siyasi yang tepat janji itu" 

Suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab duduk di bawah pohon kurma yang berdekatan dengan Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat Rasulullah sedang asyik dalam diskusi mereka.

Tiba-tiba, tiga orang pemuda datang dengan penuh kecemasan. Dua di antara mereka memegangi seorang pemuda yang tampak lusuh, diapit oleh mereka berdua.

Kedua pemuda tersebut dengan tegas berkata kepada Umar, "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin! Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!"

Umar segera bangkit dan dengan serius berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda yang tampak lusuh itu menunduk, penuh penyesalan, dan mengaku, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

Amirul Mukminin kemudian meminta pemuda itu untuk menceritakan kisahnya, dan pemuda tersebut memulai ceritanya:

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan padaku untuk menyelesaikan suatu urusan di kota ini. Ketika aku sampai di kota ini, aku mengikat unta milikku pada sebuah pohon kurma dan meninggalkannya sebentar. Namun, ketika aku kembali, aku terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih unta milikku. Ungkaian untaku terlepas dan merusak kebun yang dimiliki oleh laki-laki tua tersebut. Aku sangat marah, segera kuambil pedangku dan membunuhnya. Ternyata laki-laki tua itu adalah ayah dari kedua pemuda ini."

Pemuda lusuh tersebut melanjutkan, "Wahai Amirul Mukminin, kau sudah mendengar ceritanya. Kami dapat membawa saksi untuk membenarkan cerita ini."

Kemudian, kedua pemuda yang kehilangan ayah mereka mendesak, "Tegakkanlah hukum Allah, Amirul Mukminin!"

Umar tertegun dan merasa bimbang mendengar cerita dari pemuda lusuh ini. Dia melihat bahwa pemuda ini adalah seorang yang jujur dan bertanggung jawab, meskipun telah melakukan tindakan membunuh.

"Izinkan aku, Amirul Mukminin, meminta kepada kalian berdua untuk memaafkannya, dan aku akan membayar diyat (tebusan) atas kematian ayahmu," ucap Umar.

Namun, kedua pemuda tersebut menolak dengan tegas, "Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa."

Umar bin Khattab semakin bimbang, karena hatinya telah tumbuh simpati kepada pemuda lusuh ini, yang dianggapnya sebagai orang yang amanah dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba, pemuda lusuh itu dengan tegas berkata, "Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah."

Namun, dia meminta Umar bin Khattab untuk memberinya waktu tiga hari untuk menyelesaikan urusan kaumnya. Umar setuju dengan syarat tersebut, tetapi dia meminta agar ada seseorang yang mau menjamin pemuda tersebut agar dia kembali untuk menepati janjinya.

Pemuda lusuh tersebut menjelaskan bahwa dia tidak memiliki kerabat atau kenalan di kota tersebut, dan satu-satunya penjaminnya adalah Allah, penjamin bagi orang-orang beriman.

Tiba-tiba, dari belakang kerumunan, terdengar suara yang lantang, "Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin."

Ternyata, suara tersebut berasal dari Salman al-Farisi.

Umar dengan marah bertanya kepada Salman, "Salman, mengapa kau ingin menjadi penjamin bagi seseorang yang baru saja kau kenal? Kau belum mengenal pemuda ini. Jangan main-main dalam urusan ini."

Salman menjawab dengan tenang, "Perkenalanku dengan pemuda ini sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau mempercayainya."

Mendengar itu, Umar akhirnya setuju, meskipun dengan berat hati, membiarkan Salman menjadi penjamin pemuda tersebut. Pemuda itu pun pergi untuk menyelesaikan urusannya.

Hari pertama berlalu tanpa tanda-tanda kedatangan pemuda tersebut. Demikian pula dengan hari kedua. Orang-orang mulai khawatir bahwa pemuda itu mungkin telah kabur ke tempat yang jauh.

Hari ketiga tiba, dan orang-orang semakin meragukan apakah pemuda itu akan kembali. Mereka mulai khawatir tentang nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah yang paling utama.

Matahari hampir terbenam, hari hampir berakhir, dan orang-orang berkumpul menunggu pemuda lusuh tersebut. Umar dengan cemas berjalan mondar-mandir, menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menggugat pemuda lusuh tersebut mulai kecewa karena tidak adanya tanda-tanda kepulangan pemuda tersebut.

Namun, tiba-tiba, di kejauhan, mereka melihat sesosok bayangan yang berlari dengan tersendat-sendat, jatuh, bangkit, dan jatuh lagi, lalu bangkit kembali.

Umar berseru, "Itu dia! Dia datang untuk menepati janjinya!"

Dengan tubuhnya yang lelah dan berkeringat, pemuda itu akhirnya roboh di depan Umar.

Dia dengan susah payah berkata, "Maafkan aku, wahai Amirul Mukminin. Aku tidak menyangka bahwa urusan kaumku akan memakan banyak waktu. Aku berpacu tanpa henti, dan unta yang aku tunggangi hampir mati di gurun. Akhirnya, aku terpaksa meninggalkan unta itu dan berlari menuju kota."

Umar bertanya, "Mengapa kau kembali dengan susah payah? Mengapa kau tidak kabur dan menghilang?"

Pemuda itu menjawab, "Aku kembali agar tidak ada yang mengatakan di kalangan Muslimin bahwa tidak ada lagi ksatria yang menepati janji."

Mata Umar berkaca-kaca, dan dengan penuh haru, dia bertanya kepada pemuda tersebut, "Lalu kau, Salman, mengapa mau menjadi penjamin seseorang yang baru saja kau kenal?"

Salman menjawab dengan tulus, "Agar tidak ada yang mengatakan di kalangan Muslimin bahwa tidak ada lagi rasa saling percaya dan kesiapan untuk menanggung beban saudaranya."

Pada akhirnya, kedua pemuda yang menggugat pemuda lusuh tersebut memutuskan untuk memaafkannya. Mereka menyatakan, "Kami memaafkan saudara kami agar tidak ada yang mengatakan di kalangan Muslimin bahwa tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan merasa sayang kepada saudaranya."

Kisah ini menggambarkan keadilan, kepedulian, dan rasa kepercayaan di antara para sahabat Rasulullah, yang merupakan teladan bagi seluruh umat Islam. Mereka mengutamakan nilai-nilai keislaman dan menunjukkan kesediaan untuk saling memaafkan dan menepati janji, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun.

Demikianlah kisah Umar bin Khattab dan para sahabat ini. Semoga kita bisa menjadi pelajaran

MEWARISKAN MILITANSI DAKWAH

☪️💥
*MEWARISKAN MILITANSI DAKWAH*
*_(Dari Murabbi untuk Generasi Pelanjut)_*
 
Menjaga eksistensi dan orisinalitas merupakan problematika gerakan dakwah di manapun berada. Eksistensi dakwah dan nilai/karakter yang ori itu saling berkaitan.

Eksis saja tapi tidak ori, ini sama saja pepesan kosong. Casingnya aja yang tertampak sebagai gerakan dakwah Islam, namun kenyataan dalamnya jauh dari nilai-nilai kebenaran Islam. Ini namanya manipulasi dan jebakan batman. 

Sebaliknya jika ada gerakan dakwah yang berusaha dengan keras menjaga karakter dan nilai ke-orian-nya, namun tidak eksis bahkan pudar dan hilang, ini namanya utopi.

Karenanya bagaimana seharusnya para aktivis dakwah dan murabbinya bahkan leadernya harus berjibaku dan bekerja team work untuk tetap menjaga gerakan dakwahnya selain tetap eksis namun juga ori.

Sejarah nabi dan rasul yang dijelaskan oleh Al Quran menggambarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sukses dalam menjaga keduanya, baik eksistensi dakwah maupun karakter dan nilai orisinalitasnya.

Hal ini terlihat dengan sangat jelas dalam keberhasilan mereka melakukan taurits atau pewarisan dakwah kepada generasi selanjutnya. 

Dalam menjaga keaslian dakwah di masa yang akan datang, mereka berdoa,

رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًۭا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 

"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS. Al Baqarah: 129)

Dalam menjaga eksistensi dakwah yang tetap ori, dijelaskan dalam ayat ini, 

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

"Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Mahaesa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya." (QS. Al Baqarah: 133)

Sudah barang tentu aktivis dakwah, leader dan para murabbinya harus mampu untuk melakukan hal sama, pewarisan dakwah yang mulus agar dakwahnya tetap terjaga eksis namun juga ori-nya terpelihara. 

Pewarisan dakwah menjadi aktivitas yang sangat penting untuk meneruskan perjuangan dakwah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hal ini karena keterbatasan usia para pejuangnya. Emangnya berapa sih umur kita? Dalam hadits dinyatakan, 

أَعْمَارُ أُمَّتِـي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

"Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yg bisa melampui umur tersebut" (HR. Ibnu Majah)

Pertanyaannya adalah berapa umur biologis kita? Berapa lama sudah umur fikroh kita? Berapa lama sudah umur dakwah yang sudah dilakukan? Berapa lama sudah hidup berjamaah? Dan berapa lama sudah umur kontribusi dalam dakwah? Berapa lama sudah engkau menjadi murabbi atau mutarabbi? Apakah umur dakwah ini sama dengan umurmu? Kira-kira berapa lama lagi futuhat dakwah tercapai? Apakah sudah tersedia sumber daya kader dan aktivis dakwah yang siap melanjutkan estafeta dakwah ini?

Sudah barang tentu semua ini harus menjadi satu perhatian yang besar bagi siapapun yang cinta dakwah dan perjuangan dalam pembinaan umat.

Namun hal ini hanya akan menjadi cita-cita kosong dan mimpi indah yang terbang dibawa angin seperti lirik sebuah lagu _"Gone with the Wind"_ bila ketiadaan para murabbi yang handal dan muntij.

Kalaupun ada namun masih belum mencukupi kebutuhan lapangan. Jadi siapakah yang akan menambahkannya? Engkaukah itu?[]ACha

☪️💥
*Madrasatuna*

Menjaga Amal

*ONE DAY ONE HADITS* Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya'ban 1447 *Menjaga Amal * عن عبد الله بن عَمْرو بن العاص رَضِيَ الله عنهما، قَالَ: ق...