Senin, 09 Februari 2026

Menjaga Amal

*ONE DAY ONE HADITS*

Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya'ban 1447

*Menjaga Amal


*

عن عبد الله بن عَمْرو بن العاص رَضِيَ الله عنهما، قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((يَا عبدَ اللهِ، لا تَكُنْ مِثْلَ فُلان، كَانَ يَقُومُ اللَّيلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيلِ)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 

Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepadaku:

"Hai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan itu. Dulu ia suka bangun bersembahyang malam, kemudian ia meninggalkan bangun malam itu." (Muttafaq 'alaih)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Orang yang meninggalkan shalat Tahajjud setelah sebelumnya rutin melakukannya
Ketahuilah semoga Allah merahmati kita dan Anda, bahwa tidak seyogyanya Anda meninggal-kan shalat Tahajjud, bila anda termasuk orang yang suka melakukannya. Sebab itu mengindikasikan anda berpaling dari ibadah.
2- Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Hadits ini menunjukkan disunnahkannya melakukan kebaikan yang biasa dilakukan secara terus-menerus tanpa mengabaikannya..
3- Dari hadits ini juga dapat dipetik kesimpulan tentang dimakruhkannya menghentikan ibadah, walaupun ibadah tersebut bukan ibadah yang wajib.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

-  Seseorang yang tidak bisa menjaga amalnya

وَلا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا

Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang meng­uraikan benangnya sesudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai-berai kembali. (An-Nahl: 92).

Rabu, 07 Januari 2026

Harian Disway 25-30 November 2025

[25/11/2025 15.04] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 25 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[26/11/2025 13.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 26 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[27/11/2025 12.29] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 27 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[28/11/2025 07.31] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 28 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[29/11/2025 10.13] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 29 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[30/11/2025 21.08] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 30 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!

Harian disway Desember 2025

[1/12/2025 07.53] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 1 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[2/12/2025 07.32] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 2 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[3/12/2025 07.57] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 3 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[5/12/2025 12.33] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jum'at, 5 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[6/12/2025 21.32] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 6 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[7/12/2025 15.31] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 7 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[8/12/2025 10.13] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 8 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[9/12/2025 07.11] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 9 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[10/12/2025 07.43] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 10 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[11/12/2025 12.31] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 11 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[12/12/2025 14.02] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 12 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[13/12/2025 11.39] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 13 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[14/12/2025 19.22] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 14 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[16/12/2025 05.01] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 15 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[16/12/2025 06.11] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 16 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[17/12/2025 12.36] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 17 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[18/12/2025 08.29] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 18 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[19/12/2025 19.49] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 19 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[19/12/2025 19.54] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 18 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[20/12/2025 09.30] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 20 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[21/12/2025 11.12] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 21 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[22/12/2025 10.24] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 22 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[23/12/2025 09.37] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 23 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[24/12/2025 14.20] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 24 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[26/12/2025 13.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jum'at, 26 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[27/12/2025 09.28] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 27 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[28/12/2025 16.54] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 28 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[29/12/2025 11.13] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 29 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[30/12/2025 08.34] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 30 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
[31/12/2025 08.24] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 31 Desember 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

Bintang 2025

Bintang 2025
Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 31-12-2025

--

Berita terbaik sepanjang tahun 2025 adalah ini: PT PAL dengan dirutnya, Kaharuddin Djenot. Itulah ''Bintang 2025''. Anda bisa punya bintang sendiri. Silakan pilih.

Perusahaan pembuat kapal perang itu berubah drastis: bukan hanya kinerja perusahaannya, juga artinya bagi Indonesia.

Lokasi perusahaan itu di dekat pangkalan TNI-AL, Ujung, Perak, Surabaya. Saat Kaharuddin menerima amanah sebagai dirut baru, PT PAL dalam kondisi Kol 5 (kolektibilitas 5). Artinya: macet. Sudah waktunya dinyatakan pailit, dilelang, dan dilikuidasi. PT PAL sudah lama tidak bisa memenuhi kewajibannya kepada bank dan pihak ketiga lainnya.

Hanya dalam tiga tahun keuangan PT PAL bisa kembali sehat. Bukan saja sembuh tapi sudah bisa lari cepat.

Dibanding zaman paling sehatnya dulu pun sudah lebih baik 10 kali lipatnya. PT PAL pernah sehat, lalu sakit kronis yang amat akut –saya pun tidak mampu menyehatkannya.

Baru-baru ini saya meninjau PT PAL –sebelum Natalan ke Sidikalang, Sumut. Saya bertemu Dirut Kaharuddin Djenot. Saya ingin tahu apakah yang dikatakan Kaharuddin empat tahun lalu berhasil diwujudkan. Waktu itu saya ajak Kaharuddin podcast. Ia mengungkapkan begitu banyak rencana kerja. Sangat muluk. Ambisius.

Ternyata semua yang ia katakan terlaksana. Bahkan jauh lebih maju. Ia seperti menyulap rongsokan PT PAL menjadi emas. Itu karena ia bukan dirut biasa. Ia dirut perusahaan kapal yang punya keahlian mendesain kapal. Kapal apa saja. Termasuk kapal perang. Bahkan mahkotanya kapal perang: kapal selam.

Ibarat petani ia bisa mencangkul, membajak, menyemai benih, menanam, memanen, menggilingnya jadi beras, memasaknya jadi nasi, sekaligus mampu menjual nasi itu.

Kalau yang ia buat kapal selam konvensional mungkin tidak tercipta sejarah baru. Yang ia buat di PT PAL adalah kapal selam era baru: kapal selam tanpa awak atau kapal selam autonomous (KSOT). Biaya produksinya pun menjadi sangat murah. Biaya membuat satu kapal selam konvensional bisa untuk memproduksi 30 kapal selam tanpa awak made in Kaharuddin.

Tahun depan, dimulai lusa, PT PAL akan memproduksi 30 kapal selam tanpa awak. Produk pertamanya sudah selesai diuji coba Oktober lalu. Sukses. Termasuk ketika meluncurkan senjata torpedo ke sasaran tembak di bawah permukaan air.

(Kementerian Pertahanan mencatat sejarah baru dalam industri pertahanan nasional melalui peluncuran dan uji coba torpedo Kapal Selam Otonomous (KSOT) di Koarmada II, Surabaya, Kamis (30/10).--Kementerian Pertahanan)

Bayangkan: tiba-tiba saja Indonesia punya 30 kapal selam. Siapa yang mengira. Negara konsumen ini bisa menjadi produsen.

Dengan 30 kapal selam praktis semua ''pintu masuk'' perairan Indonesia bisa dijaga oleh kapal selam bertorpedo.

Di produk pertama yang saya lihat itu, satu kapal selam membawa empat torpedo. Dua di kanan, dua di kiri. Di produksi selanjutnya, satu kapal selam bisa membawa delapan torpedo. Torpedonya pun buatan PAL sendiri.

Kapal selam tanpa awak itu bisa diparkir di bawah laut berbulan-bulan. Tanpa perlu mengapung. Tidak perlu takut kehabisan oksigen. Atau kehabisan bahan pangan. Tidak ada manusia di dalamnya. Mata dan telinga di kapal itu semuanya artificial intelligence.

Tenaga di kapal itu mengandalkan baterai. Tidak perlu takut low bat. Kalau isi baterainya berkurang bisa di-charging di bawah laut. Charging terjadi otomatis setiap saat diperlukan.

Di bagian bawah kapal selam dilengkapi turbin. Penggerak turbinnya alami: arus bawah laut. Arus air laut itulah yang memutar turbin. Turbin yang memutar membuat generator memutar: menghasilkan listrik –dipakai charging baterai kapal selam tanpa awak.

Tiba-tiba saja Indonesia menjadi negara produsen kapal selam. Secara masif pula. Tiba-tiba saja kapal selam model lama tidak begitu relevan lagi. Negara-negara yang tidak kaya pun akan bisa membeli kapal selam. Indonesia langsung bisa menjadi eksporter kapal selam.

Kini seluruh galangan kapal yang ada di PT PAL sedang diperbarui. Kapasitasnya dinaikkan. Kalau dulu sebulan hanya bisa membuat 15 blok, kini sudah bisa 40 blok. Tahun 2027 meningkat menjadi 100 blok/bulan.

Kalau itu terwujud, kata Kaharuddin, PT PAL sudah setara dengan galangan kapal terbesar milik Jepang –tempat Kaharuddin memperoleh gelar S-1, S2, dan S-3 di bidang perkapalan.

Anda sudah tahu: pembuatan kapal itu dilakukan per blok. Dikerjakannya di atas tanah. Setelah semua blok selesai dibuat, barulah disambung-sambung menjadi satu kapal. Satu kapal kecil terdiri dari 20 blok. Kapal besar, kelas Panamax (bisa melewati terusan Panama), terdiri dari sekitar 110 blok.

Rencana PAL selanjutnya: seluruh galangan kapal milik BUMN digabung ke dalam PT PAL. Bahkan PAL berencana menggandeng seluruh galangan kapal swasta di Indonesia. Mereka akan menjadi satu koordinasi: Indonesia Maritime Incorporated.

Pasar kapal Indonesia sangat besar. Selama ini lebih banyak impor. Kalau semua kapal yang diperlukan Indonesia buatan Indonesia maka industri maritim akan hidup –BUMN maupun swastanya.

Diam-diam saya bersyukur Kaharuddin Djenot batal jadi pimpinan Danantara. Ia sudah pernah di-SK-kan menjadi CEO Danantara. Tapi batal sebelum dilantik.

"Bolehkah saya bersyukur seperti itu –meskipun Anda sendiri mungkin sempat kecewa?"

"Boleh," katanya lantas tersenyum. Saya sulit memaknai senyumannya itu.(Dahlan Iskan)

Harian Disway 2-7 Januari 2026

 Harian Disway Anda Edisi Jum'at, 2 Januari 2026 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!
 Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 3 Januari 2026 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

 Harian Disway Anda Edisi Minggu, 4 Januari 2026 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

 Harian Disway Anda Edisi Senin, 5 Januari 2026 



Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

 Harian Disway Anda Edisi Selasa, 6 Januari 2026 



Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

 Harian Disway Anda Edisi Rabu, 7 Januari 2026 



Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. 
Selamat membaca!

Rabu, 26 November 2025

APAKAH SUDAH DINYATAKAN

☪️
*APAKAH SUDAH DINYATAKAN?* 

Salah satu yang harus menjadi perhatian utama para kader dakwah adalah menjaga dan memelihara keberadaan dakwahnya agar tetap wujud dan eksis.  

Hal ini tentu saja tidaklah semudah bila hanya sekedar bicara atau mendiskusikannya. Di luar sana, banyak ancaman, tantangan, hambatan dan ancaman (ATHG)  yang menjadi batu sandungan.  

Ini tidak mengada-ada atau menakuti-nakuti, akan tetapi ini adalah jalan yang sudah digariskan terhadap gerakan dakwah dan para kadernya. Jalan dakwah adalah jalan yang penuh ujian dan cabaran sebagaimana firman Allah Ta'ala:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al Ankabut: 2-3)

Banyak orang merasa cukup ketika menyatakan diri sebagai Mukmin. Seolah pengakuan iman tidak mengandung konsekuensi bagi pelakunya. Padahal, pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan. 

Ayat di atas memberitakan keniscayaan adanya ujian bagi pengakuan iman  bagi setiap orang untuk membuktikan kebenarannya.  

Kata al-naas memberikan makna umum yang berarti meliputi seluruh manusia. Kaidah mengatakan bahwa ibroh itu karena keumuman ayat bukan karena kekhususan sebab. 

Kata hasiba dalam ayat ini bermakna zhanna (menduga, mengira).  Sedangkan huruf hamzah di depannya merupakan istifhâm inkari atau kata tanya yang bermakna penafikan atau pengingkaran, sehingga lafad yang jatuh setelahnya  adalah sesuatu yang dinafikan atau diingkari. Karena itulah dalam ayat selanjutkan Allah tegaskan bahwa: 

"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"  

Bisa juga bermakna 'li al-taqri'  wal-tawbîkh (celaan dan teguran). Artinya, mereka tidak dibiarkan begitu saja mengatakan telah beriman tanpa diuji dan dicoba seperti yang mereka kira. Mereka benar-benar akan diuji untuk membuktikan kebenaran pengakuan iman mereka.

Semua ujian itu berfungsi untuk membuktikan kebenaran iman seseorang dan  bahwa ujian yang diberikan itu sesuai dengan kadar keimanan pelakunya.  Sebagaimana  hadits dari  Dari Mush'ab bin Sa'id -seorang tabi'in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

"Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?" Beliau Saw menjawab:

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »


"Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Tirmidzi,  Ibnu Majah,  Ad Darimi, dan Ahmad)

Setelah menegaskan adanya cobaan untuk menguji keimanan manusia, Allah Swt berfirman:

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم‌ۖ

"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka"

Ayat ini memberitakan bahwa ujian keimanan itu tidak hanya diberikan kepada kalian, namun juga umat-umat terdahulu. Oleh karena itu, ujian keimanan merupakan sunnataullah  yang berlaku di setiap masa. Yang dengan ujian dan cobaan itulah dapat diketahui pengakuan yang benar dan yang dusta. Allah Swt berfirman:

فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا 

"Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar"

Dalam ayat yang lainnya, Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَارَكُمْ 

"Sungguh, Kami benar-benar akan mengujimu sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu serta menampakkan (kebenaran) berita-berita (tentang) kamu." (QS. Muḥammad: 31)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa hal ini bukan berarti ada keraguan pada pengetahuan Allah terhadap apa yang akan terjadi. 

Makna yang dimaksud ialah agar Kami (Allah) menyatakan kejadiannya. Karena itulah Ibnu Abbas RA mengatakan sehubungan dengan dengan ayat ini bahwa makna na'lamu ialah naroo, yakni agar Kami melihat dengan kenyataan tentang kejadiannya, walaupun pada hakikatnya Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi, tetapi masih belum terlahirkan atau ternyatakan.

Nah apakah kita-kita ini termasuk orang-orang yang sudah  dinyatakan oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang benar imannya? Wallahu a'lam[]Acha

☪️
*Madrasatuna*

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

Oleh: Dr. Muhammad Hamid Aliwa


Diam, secara linguistik, adalah lawan dari gerak. Suatu benda pasti diam atau bergerak. Suatu benda tidak bisa diam dan bergerak pada saat yang bersamaan.

Sesungguhnya dua benda diam tidak bisa bertemu. Ini adalah fakta yang pasti dalam kaidah tata bahasa, dalam prinsip-prinsip fikih dan penerapannya, dalam teori-teori ilmiah, dan dalam dinamika kehidupan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa:

– Gerak diperlukan agar terjadi pertemuan.

– Gerak diperlukan agar terjadi tindakan.

– Gerak diperlukan agar kontribusi dapat berlanjut.

Jika tidak, bagaimana suatu pertemuan dan tindakan dapat terjadi, dan kontribusi dapat berlanjut dengan diam dan tanpa adanya gerakan?

Tak diragukan lagi, dalam gerakan terdapat kebersihan dan keberkahan. Kebersihan bersumber dari gerakan yang benar dan bermanfaat. Air yang mengalir itu sendiri bersih dan menyucikan orang lain. Demikian pula, seseorang yang bergerak untuk kebaikan orang lain tidak hanya mempertahankan kesalehan dirinya sendiri, tetapi juga bergerak memperbaiki orang lain, membawa kebaikan yang mereka miliki kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, mereka memelihara kesalehan mereka sendiri, dan dengan memperbaiki jiwa orang lain, mendapatkan pahalanya.

Keberkahan dalam gerakan muncul dari kenyataan bahwa kesalehan individu yang hanya bermanfaat bagi pelakunya itu terbatas dan hanya menghasilkan sedikit pahala atau buah. Inilah yang diungkapkan Imam Hassan al-Banna dalam memoarnya, dengan mengatakan: 

"Saya percaya bahwa setiap gerakan yang manfaatnya tidak melampaui pelakunya itu terbatas dan tidak signifikan. Gerakan terbaik dan paling mulia adalah gerakan yang hasilnya bermanfaat bagi pelakunya dan orang lain—keluarganya, bangsanya, dan sesama manusia. Semakin besar cakupan manfaat ini, semakin besar pula kemuliaan dan signifikansinya."

Semoga Allah merahmati Imam Syafi'i, yang dengan fasih menangkap makna ini dan mewujudkan prinsip ini dalam syair-syairnya yang agung, dengan mengatakan:

Aku telah melihat bahwa air yang tergenang dapat merusak; 

jika mengalir, ia suci, tetapi jika tidak mengalir, ia tidak suci.

Singa, jika tidak meninggalkan kandang, tidak bisa berburu; 

Anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya, tidak bisa mengenai sasarannya.

Matahari, jika tetap diam di tempat, akan melelahkan manusia, baik Arab maupun non-Arab.

Bergerak, Termasuk Karakter Islam

Islam adalah agama pergerakan dan aktivitas, bukan agama diam dan pasif. Islam mengajak umatnya untuk aktif dan terlibat secara positif dalam masyarakat tempat mereka tinggal, mendorong mereka untuk bergaul dengan orang lain, menghadiri pertemuan, dan menanggapi secara positif berbagai peristiwa dan keadaan, baik kecil maupun besar. 

Islam tidak membiarkan mereka berdiam diri secara pasif, yang berujung pada ketidakberdayaan dan kemalasan.

Kehidupan seorang Muslim sejati ditandai dengan vitalitas yang konstan dan kepositifan yang bermanfaat dalam segala aspek di alam semesta yang luas ini, di setiap tingkatan dan di setiap bidang. 

Hal ini menumbuhkan pemahaman dalam dirinya bahwa perannya dalam kehidupan ini bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. Namun, ia juga memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap orang lain. 

Misalnya, Islam mewajibkannya memperlakukan orang tuanya dengan baik dan terhormat, menjaga tali silaturahmi, dan berbuat baik kepada tetangganya. 

Dalam urusan ibadah murni seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, ia dianjurkan memperluas lingkaran pergaulan dan meningkatkan kewajibannya. Ia diwajibkan menghadiri shalat berjamaah di masjid setiap hari, berinteraksi dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, melampaui keluarga dan kerabat dekatnya. 

Setiap tahun, ia membayar zakat kepada sebagian masyarakatnya yang telah Allah berikan hak atas kekayaannya. Demikian pula, puasa dan ritual lainnya mendorongnya untuk berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakatnya. 

Dengan setiap ibadah, lingkup pengaruh dan interaksi seorang Muslim meluas, yang mengarah pada tingkat keterlibatan yang lebih besar dengan masyarakat sekitarnya.

Kemudian, ia diwajibkan bersikap positif terhadap masyarakat, dengan menjalankan kewajiban amar ma'ruf dan nahi munkar, yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik di atas umat lainnya.

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, dan beriman kepada Allah". (Ali Imran 110). 

Ia diwajibkan memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu yang tertindas, meringankan beban orang lemah, bersedekah dan zakat, serta menyantuni anak yatim. 

Ia diwajibkan menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim, dan jika ia terbunuh karenanya, maka ia menjadi pemimpin di kalangan syuhada, sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda: 

"Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, seorang laki-laki yang berani melawan penguasa yang zalim, memerintahkan dan melarangnya, lalu ia membunuhnya." 

Di atas semua itu, ada puncak kewajiban:  Berjihad di jalan Allah, membuat alam semesta tunduk kepada-Nya, memakmurkan bumi, dan berhijrah untuk menyelamatkan agama atau mempertahankannya. Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai bentuk gerakan memperjuangkan agama.

Gerakan Memperjuangkan Agama

Kita beranjak dari konsep abstrak tentang ketenangan dan amal menuju penerapannya yang nyata dalam kehidupan para dai dan pembaharu. Para dai harus aktif menyebarkannya, berdakwah di tengah masyarakat dengan risalahnya, menyatu dengan masyarakat dan lingkungan, dan tidak mengisolasi diri dari mereka. Ia tidak boleh menarik diri dan membiarkan kerusakan merajalela di sekitarnya, juga tidak boleh mengaku sedang mereformasi dunia sementara membiarkan kehancuran menjalar di dalam dirinya.

Penulis tafsir "Di Bawah Naungan Al-Qur'an" dan syahid Al-Qur'an mengungkapkan perlunya gerakan memperjuangkan agama:

"Pengalaman menegaskan bahwa mereka yang tidak bergabung dengan gerakan memperjuangkan agama ini tidak bisa memahami agama ini, betapa pun banyak waktu yang mereka curahkan untuk mempelajarinya melalui buku-buku—kajian yang dingin! Berbagai wawasan yang mencerahkan dari agama ini hanya bisa terungkap oleh mereka yang secara aktif bergerak memperjuangkannya dalam kehidupan manusia, bukan oleh mereka yang asyik dengan buku dan sibuk dengan kertas-kertas!

Sungguh, agama ini, dengan semya kebenaran, nilai, konsep, makna, dan hukumnya, tidak dapat tegak di muka bumi kecuali jika ia terwujud dalam diri orang-orang yang pertama-tama membawanya dan bergerak bersamanya di tengah masyarakat.

Hal ini telah ditegaskan oleh Imam Hassan al-Banna sebelumnya: bahwa kebangkitan bangsa dan umat membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh, pengorbanan yang berharga, dan tindakan tanpa lelah yang melampaui sekadar kata-kata, dakwah, dan bimbingan. 

Dalam hal ini belua juga mengatakan:

"Nasehat, bimbingan, dakwah, persuasi, penjernihan jiwa, dan pemurnian akhlak adalah jalan para filsuf imajinatif, bukan para reformis aktivis. Kita adalah umat yang selalu aktiv beramal dan bergerak." (ars)

Menjaga Amal

*ONE DAY ONE HADITS* Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya'ban 1447 *Menjaga Amal * عن عبد الله بن عَمْرو بن العاص رَضِيَ الله عنهما، قَالَ: ق...