Rabu, 26 November 2025

APAKAH SUDAH DINYATAKAN

☪️
*APAKAH SUDAH DINYATAKAN?* 

Salah satu yang harus menjadi perhatian utama para kader dakwah adalah menjaga dan memelihara keberadaan dakwahnya agar tetap wujud dan eksis.  

Hal ini tentu saja tidaklah semudah bila hanya sekedar bicara atau mendiskusikannya. Di luar sana, banyak ancaman, tantangan, hambatan dan ancaman (ATHG)  yang menjadi batu sandungan.  

Ini tidak mengada-ada atau menakuti-nakuti, akan tetapi ini adalah jalan yang sudah digariskan terhadap gerakan dakwah dan para kadernya. Jalan dakwah adalah jalan yang penuh ujian dan cabaran sebagaimana firman Allah Ta'ala:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al Ankabut: 2-3)

Banyak orang merasa cukup ketika menyatakan diri sebagai Mukmin. Seolah pengakuan iman tidak mengandung konsekuensi bagi pelakunya. Padahal, pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan. 

Ayat di atas memberitakan keniscayaan adanya ujian bagi pengakuan iman  bagi setiap orang untuk membuktikan kebenarannya.  

Kata al-naas memberikan makna umum yang berarti meliputi seluruh manusia. Kaidah mengatakan bahwa ibroh itu karena keumuman ayat bukan karena kekhususan sebab. 

Kata hasiba dalam ayat ini bermakna zhanna (menduga, mengira).  Sedangkan huruf hamzah di depannya merupakan istifhâm inkari atau kata tanya yang bermakna penafikan atau pengingkaran, sehingga lafad yang jatuh setelahnya  adalah sesuatu yang dinafikan atau diingkari. Karena itulah dalam ayat selanjutkan Allah tegaskan bahwa: 

"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"  

Bisa juga bermakna 'li al-taqri'  wal-tawbîkh (celaan dan teguran). Artinya, mereka tidak dibiarkan begitu saja mengatakan telah beriman tanpa diuji dan dicoba seperti yang mereka kira. Mereka benar-benar akan diuji untuk membuktikan kebenaran pengakuan iman mereka.

Semua ujian itu berfungsi untuk membuktikan kebenaran iman seseorang dan  bahwa ujian yang diberikan itu sesuai dengan kadar keimanan pelakunya.  Sebagaimana  hadits dari  Dari Mush'ab bin Sa'id -seorang tabi'in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

"Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?" Beliau Saw menjawab:

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »


"Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Tirmidzi,  Ibnu Majah,  Ad Darimi, dan Ahmad)

Setelah menegaskan adanya cobaan untuk menguji keimanan manusia, Allah Swt berfirman:

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم‌ۖ

"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka"

Ayat ini memberitakan bahwa ujian keimanan itu tidak hanya diberikan kepada kalian, namun juga umat-umat terdahulu. Oleh karena itu, ujian keimanan merupakan sunnataullah  yang berlaku di setiap masa. Yang dengan ujian dan cobaan itulah dapat diketahui pengakuan yang benar dan yang dusta. Allah Swt berfirman:

فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا 

"Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar"

Dalam ayat yang lainnya, Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَارَكُمْ 

"Sungguh, Kami benar-benar akan mengujimu sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu serta menampakkan (kebenaran) berita-berita (tentang) kamu." (QS. Muḥammad: 31)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa hal ini bukan berarti ada keraguan pada pengetahuan Allah terhadap apa yang akan terjadi. 

Makna yang dimaksud ialah agar Kami (Allah) menyatakan kejadiannya. Karena itulah Ibnu Abbas RA mengatakan sehubungan dengan dengan ayat ini bahwa makna na'lamu ialah naroo, yakni agar Kami melihat dengan kenyataan tentang kejadiannya, walaupun pada hakikatnya Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi, tetapi masih belum terlahirkan atau ternyatakan.

Nah apakah kita-kita ini termasuk orang-orang yang sudah  dinyatakan oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang benar imannya? Wallahu a'lam[]Acha

☪️
*Madrasatuna*

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

Oleh: Dr. Muhammad Hamid Aliwa


Diam, secara linguistik, adalah lawan dari gerak. Suatu benda pasti diam atau bergerak. Suatu benda tidak bisa diam dan bergerak pada saat yang bersamaan.

Sesungguhnya dua benda diam tidak bisa bertemu. Ini adalah fakta yang pasti dalam kaidah tata bahasa, dalam prinsip-prinsip fikih dan penerapannya, dalam teori-teori ilmiah, dan dalam dinamika kehidupan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa:

– Gerak diperlukan agar terjadi pertemuan.

– Gerak diperlukan agar terjadi tindakan.

– Gerak diperlukan agar kontribusi dapat berlanjut.

Jika tidak, bagaimana suatu pertemuan dan tindakan dapat terjadi, dan kontribusi dapat berlanjut dengan diam dan tanpa adanya gerakan?

Tak diragukan lagi, dalam gerakan terdapat kebersihan dan keberkahan. Kebersihan bersumber dari gerakan yang benar dan bermanfaat. Air yang mengalir itu sendiri bersih dan menyucikan orang lain. Demikian pula, seseorang yang bergerak untuk kebaikan orang lain tidak hanya mempertahankan kesalehan dirinya sendiri, tetapi juga bergerak memperbaiki orang lain, membawa kebaikan yang mereka miliki kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, mereka memelihara kesalehan mereka sendiri, dan dengan memperbaiki jiwa orang lain, mendapatkan pahalanya.

Keberkahan dalam gerakan muncul dari kenyataan bahwa kesalehan individu yang hanya bermanfaat bagi pelakunya itu terbatas dan hanya menghasilkan sedikit pahala atau buah. Inilah yang diungkapkan Imam Hassan al-Banna dalam memoarnya, dengan mengatakan: 

"Saya percaya bahwa setiap gerakan yang manfaatnya tidak melampaui pelakunya itu terbatas dan tidak signifikan. Gerakan terbaik dan paling mulia adalah gerakan yang hasilnya bermanfaat bagi pelakunya dan orang lain—keluarganya, bangsanya, dan sesama manusia. Semakin besar cakupan manfaat ini, semakin besar pula kemuliaan dan signifikansinya."

Semoga Allah merahmati Imam Syafi'i, yang dengan fasih menangkap makna ini dan mewujudkan prinsip ini dalam syair-syairnya yang agung, dengan mengatakan:

Aku telah melihat bahwa air yang tergenang dapat merusak; 

jika mengalir, ia suci, tetapi jika tidak mengalir, ia tidak suci.

Singa, jika tidak meninggalkan kandang, tidak bisa berburu; 

Anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya, tidak bisa mengenai sasarannya.

Matahari, jika tetap diam di tempat, akan melelahkan manusia, baik Arab maupun non-Arab.

Bergerak, Termasuk Karakter Islam

Islam adalah agama pergerakan dan aktivitas, bukan agama diam dan pasif. Islam mengajak umatnya untuk aktif dan terlibat secara positif dalam masyarakat tempat mereka tinggal, mendorong mereka untuk bergaul dengan orang lain, menghadiri pertemuan, dan menanggapi secara positif berbagai peristiwa dan keadaan, baik kecil maupun besar. 

Islam tidak membiarkan mereka berdiam diri secara pasif, yang berujung pada ketidakberdayaan dan kemalasan.

Kehidupan seorang Muslim sejati ditandai dengan vitalitas yang konstan dan kepositifan yang bermanfaat dalam segala aspek di alam semesta yang luas ini, di setiap tingkatan dan di setiap bidang. 

Hal ini menumbuhkan pemahaman dalam dirinya bahwa perannya dalam kehidupan ini bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. Namun, ia juga memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap orang lain. 

Misalnya, Islam mewajibkannya memperlakukan orang tuanya dengan baik dan terhormat, menjaga tali silaturahmi, dan berbuat baik kepada tetangganya. 

Dalam urusan ibadah murni seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, ia dianjurkan memperluas lingkaran pergaulan dan meningkatkan kewajibannya. Ia diwajibkan menghadiri shalat berjamaah di masjid setiap hari, berinteraksi dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, melampaui keluarga dan kerabat dekatnya. 

Setiap tahun, ia membayar zakat kepada sebagian masyarakatnya yang telah Allah berikan hak atas kekayaannya. Demikian pula, puasa dan ritual lainnya mendorongnya untuk berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakatnya. 

Dengan setiap ibadah, lingkup pengaruh dan interaksi seorang Muslim meluas, yang mengarah pada tingkat keterlibatan yang lebih besar dengan masyarakat sekitarnya.

Kemudian, ia diwajibkan bersikap positif terhadap masyarakat, dengan menjalankan kewajiban amar ma'ruf dan nahi munkar, yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik di atas umat lainnya.

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, dan beriman kepada Allah". (Ali Imran 110). 

Ia diwajibkan memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu yang tertindas, meringankan beban orang lemah, bersedekah dan zakat, serta menyantuni anak yatim. 

Ia diwajibkan menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim, dan jika ia terbunuh karenanya, maka ia menjadi pemimpin di kalangan syuhada, sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda: 

"Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, seorang laki-laki yang berani melawan penguasa yang zalim, memerintahkan dan melarangnya, lalu ia membunuhnya." 

Di atas semua itu, ada puncak kewajiban:  Berjihad di jalan Allah, membuat alam semesta tunduk kepada-Nya, memakmurkan bumi, dan berhijrah untuk menyelamatkan agama atau mempertahankannya. Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai bentuk gerakan memperjuangkan agama.

Gerakan Memperjuangkan Agama

Kita beranjak dari konsep abstrak tentang ketenangan dan amal menuju penerapannya yang nyata dalam kehidupan para dai dan pembaharu. Para dai harus aktif menyebarkannya, berdakwah di tengah masyarakat dengan risalahnya, menyatu dengan masyarakat dan lingkungan, dan tidak mengisolasi diri dari mereka. Ia tidak boleh menarik diri dan membiarkan kerusakan merajalela di sekitarnya, juga tidak boleh mengaku sedang mereformasi dunia sementara membiarkan kehancuran menjalar di dalam dirinya.

Penulis tafsir "Di Bawah Naungan Al-Qur'an" dan syahid Al-Qur'an mengungkapkan perlunya gerakan memperjuangkan agama:

"Pengalaman menegaskan bahwa mereka yang tidak bergabung dengan gerakan memperjuangkan agama ini tidak bisa memahami agama ini, betapa pun banyak waktu yang mereka curahkan untuk mempelajarinya melalui buku-buku—kajian yang dingin! Berbagai wawasan yang mencerahkan dari agama ini hanya bisa terungkap oleh mereka yang secara aktif bergerak memperjuangkannya dalam kehidupan manusia, bukan oleh mereka yang asyik dengan buku dan sibuk dengan kertas-kertas!

Sungguh, agama ini, dengan semya kebenaran, nilai, konsep, makna, dan hukumnya, tidak dapat tegak di muka bumi kecuali jika ia terwujud dalam diri orang-orang yang pertama-tama membawanya dan bergerak bersamanya di tengah masyarakat.

Hal ini telah ditegaskan oleh Imam Hassan al-Banna sebelumnya: bahwa kebangkitan bangsa dan umat membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh, pengorbanan yang berharga, dan tindakan tanpa lelah yang melampaui sekadar kata-kata, dakwah, dan bimbingan. 

Dalam hal ini belua juga mengatakan:

"Nasehat, bimbingan, dakwah, persuasi, penjernihan jiwa, dan pemurnian akhlak adalah jalan para filsuf imajinatif, bukan para reformis aktivis. Kita adalah umat yang selalu aktiv beramal dan bergerak." (ars)

Selasa, 25 November 2025

Harian Disway

[9/11 07.54] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 9 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[10/11 15.43] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 10 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[11/11 08.11] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 11 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[12/11 10.52] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 12 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[13/11 09.21] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 13 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[14/11 10.14] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 14 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[15/11 16.10] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 15 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[16/11 14.57] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 16 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[17/11 07.53] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 17 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[18/11 15.48] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 18 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[19/11 17.44] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 19 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[20/11 12.26] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 20 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[21/11 18.48] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 21 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[22/11 08.03] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 22 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[24/11 08.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 24 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[24/11 08.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 23 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[25/11 15.04] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 25 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!

SEMUANYA SEMENTARA

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

CATATAN SORE: *"SEMUANYA SEMENTARA"*

@ Cahyadi Takariawan

Seorang teman lama bertanya kepada saya, "Apa posisi sekarang Pak Cah di organisasi?" Saya jawab, "Sementara ini, saya diberi amanah sebagai salah satu Ketua Bidang".

"Mengapa sementara?" tanya teman saya. "Karena semua posisi itu sementara. Tak ada yang selamanya", jawab saya.

Pada dasarnya, semua amanah yang diberikan kepada kita, sifatnya sementara. Sebagai apapun kita, hakikatnya adalah sementara. Karena demikianlah sifat dunia ini, hanya kehidupan yang sementara.

Maka pergantian amanah, perubahan posisi dan komposisi, adalah sangat wajar. Bahkan terkadang menjadi kemestian. Karena memang semua bersifat sementara.

Syaikh Abbas As-Siisy bercerita, "Pada suatu waktu, di Kuwait, saya mengunjungi Jam'iyatul Ishlah Al-Ijtima'i. Saya disambut oleh seorang penjaga yang berasal dari Afghanistan bernama Habibullah. 

Setelah berbincang-bincang dengannya, saya membaca dalam data dirinya bahwa ia adalah 'pegawai sementara'. Saya katakan kepadanya, "Mengapa Jam'iyah tidak mengangkat Anda sebagai pegawai tetap?" 

Ia menjawab, "Wahai Paman, di dunia ini kita semua sementara...." 

"Sungguh, jawaban ini benar-benar telah mengejutkanku. Ya, kita semua di dunia ini hanya sementara, dan setiap yang ada di atas dunia akan binasa. Tetapi jawaban seperti ini jarang sekali terdengar dari kebanyakan umat Islam. Kebanyakan manusia lalai bahwa kematian pun datangnya sekonyong-konyong..." demikian As-Siisy menutup kisahnya.

Pada konteks sementara itu, kita bekerja bersungguh-sungguh. Merencanakan dengan bersungguh-sungguh. Menjalankan program dengan sungguh-sungguh.

Karena kesementaraan itu memerlukan kesungguhan. Bukan sambilan.

Kutai Timur, 24 November 2025

*) 
Abbas As-Siisiy, Bagaimana Menyentuh Hati, Era Intermedia, Solo, 2025. Miliki bukunya : 0831-6212-7171 (Winda) dan 0821-3494-5911 (Fitri)

Kepribadian Islami Yang Menyeluruh

*Suplemen Fikrah*

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

*الشخصيَّةُ الإسلاميَّةُ المتكاملةُ*

_*Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah al-Mutakamilah (Kepribadian Islami Yang Menyeluruh)*_

Paling tidak ada dua perangkat yang harus dihidupkan dalam pribadi seorang aktivis dakwah agar dirinya masuk kategori _*Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah al-Mutakamilah*_.

*1️⃣ Komitmen Dengan Syariah (الالتزام بالشريعة)*

Ini merupakan modal asasi pertama dalam membentuk kepribadian Islami yang menyeluruh, yang mencakup pada:

- *Komitmen Dengan Aqidah Yang Benar (الالتزام بالعقيدة السليمة)*

Yakni aqidah yang kokoh dan didasari Al Quran dan As Sunnah dengan bingkai pemahaman Ahlussunah wal Jama'ah, serta aqidah yang bersih dari kesyirikan, nifaq, dan berbagai pemikiran dan aliran menyimpang.

- *Komitmen Dengan Ibadah Yang Shahih (الالتزام بالعبادة الصحيحة)*

Yaitu ibadah yang didasari keimanan dan keyakinan, dengan hati yang tulus dan bersih, dan dengan jenis dan cara yang benar dan sejalan syariah. Menjalankan yang wajib, dan menghidupkan yang sunah. Baik ibadah _badaniyah_ seperti shalat (berjamaah bagi laki-laki), tilawah, atau ibadah _maaliyah_ seperti zakat dan sedekah, atau _lisaniyah_ seperti zikir dan berkata-kata yang baik, atau yang menggabungkan kesemuanya seperti haji dan jihad.

- *Komitmen Dengan Akhlak Yang Terpuji (الالتزام بالاخلاق المحمودة)* 

Komitmen terhadap akhlak yang terpuji (الالتزام بالأخلاق المحمودة) adalah tanda iman yang kuat dan bukti kepatuhan seorang muslim kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Akhlak seperti kejujuran, amanah, rendah hati, gemar menolong, dan kasih sayang bukan hanya memperindah pribadi, tetapi juga mendatangkan keridaan Allah Ta'ala serta memperkuat hubungan antar manusia.

Akhlak terpuji juga membawa dampak sosial dan keberhasilan dakwah yang besar. Masyarakat yang dipenuhi individu berakhlak akan menjadi lebih harmonis, adil, dan saling menghargai. Karena itu, komitmen pada akhlak bukan hanya kewajiban pribadi, tetapi juga kontribusi langsung bagi kebaikan umat, keberhasilan dakwah, dan kemajuan peradaban.

- *Komitmen Dengan Dakwah Islam (الالتزام بالدعوة)*

Yaitu menjadikan dakwah sebagai perilaku utamanya. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Bicara, diam, serius, bergurau, dana, dan pikiran, bahkan darah dan nyawanya dia persembahkan untuk dakwah Islam. *Dakwah memiliki makna yang luas bukan hanya "ceramah" dan "khutbah", tapi semua pesona dalam diri seseorang yang membuat sebab hidayah Allah Ta'ala menyapa jiwa-jiwa manusia.*

*2️⃣ Komitmen Terhadap Jamaah (الالتزام بالجماعة)*

Ini merupakan modal asasi kedua untuk membentuk kepribadian Islami yang menyeluruh, yang mencakup pada:

- *Percaya Kepada Pemimpin (الثقة بالقيادة)*

Kepercayaan kepada kepemimpinan (الثقة بالقيادة) adalah fondasi penting dalam keberhasilan sebuah jamaah atau organisasi. Ketika anggota memiliki keyakinan terhadap integritas, kemampuan, dan visi pemimpinnya, maka mereka akan bekerja dengan lebih tenang, loyal, dan terarah. Kepercayaan ini juga memudahkan pemimpin untuk menggerakkan tim, menasihati, serta mengambil keputusan strategis tanpa menimbulkan kegaduhan atau keraguan.

Selain itu, kepercayaan kepada pemimpin menciptakan stabilitas dan kekuatan internal. Sebaliknya, hilangnya kepercayaan dapat memunculkan perpecahan, kecurigaan, dan melemahnya semangat kerja. *Oleh karena itu, di sisi lain, pemimpin wajib menjaga amanah, berlaku adil, dan menunjukkan keteladanan,* sementara para anggota perlu bersikap objektif dan mendukung selama pemimpin berada di atas kebenaran. Dengan sinergi seperti ini, sebuah komunitas akan mudah mencapai tujuan dan menghadapi tantangan dengan soliditas yang kuat.

- *Tsiqah Terhadap Ikhwah (الثقة بالاخوة)*

Kepercayaan terhadap sesama aktivis Islam adalah salah satu pilar yang menjaga kekuatan dan keharmonisan dalam sebuah jamaah. Ketika antar anggota saling percaya, prasangka baik tumbuh, kerja sama menjadi ringan, dan suasana ukhuwah terbangun dengan tulus. Kepercayaan ini menumbuhkan rasa aman, sehingga setiap orang dapat berkontribusi tanpa takut dicurigai atau direndahkan.

Sebaliknya, ketika kepercayaan hilang, hubungan melemah, kerja menjadi berat, dan syaitan lebih mudah menyusup dengan bisikan yang memecah belah. Karena itu, setiap anggota perlu menjaga amanah, kejujuran, dan transparansi agar kepercayaan tetap terjaga. Dengan saling percaya, ukhuwah menjadi kuat, hati terhubung, dan tujuan bersama lebih mudah dicapai.

- *Komitmen Dengan Ukhuwah Islamiyah (الالتزام بالأُخُوَّةِ الإسلامية)*

Yaitu persaudaraan karena aqidah, yang merupakan ikatan persaudaraan yang tertinggi dan terkuat dibanding ikatan lainnya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ 

_"Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara."_ (QS. Al Hujurat (49): 10)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah mengatakan:

أي في الدين والحرمة لا في النسب، ولهذا قيل: أخوة الدين أثبت من أخوة النسب، فإن أخوة النسب تنقطع بمخالفة الدين،وأخوة الدين لا تنقطع بمخالفة النسب.

_Yaitu persaudaraan dalam agama dan kehormatan bukan dalam nasab. Oleh karenanya dikatakan:_

_Persaudaraan karena agama lebih kuat dari pada persaudaraan nasab, maka persaudaraan nasab akan terputus dengan berbedanya agama, sedangkan persaudaraan karena agama tidaklah terputus dengan berbedanya nasab."_ (Imam Al Qurthubi, Al Jami' Li Ahkamil Quran, 16/322-323)

- *Komitmen Dengan Qararat Jamaah (الالتزام بالقرارات)*

Yaitu komitmen dengan semua kebijakan dan keputusan jamaah, dan meyakininya secara sadar, bahwa kebijakan tersebut telah dihasilkan lewat pemikiran, konsultasi, musyawarah banyak pakar, landasan syariah, dan dengan cara yang benar. Bisa jadi seseorang anggota jamaah yang tidak setuju, punya pendapat lain secara individu, sudut pandang lain, namun dalam adab hidup berjamaah hendaknya keputusan tersebut tetap dipatuhinya. Imam Abu az Zinad (pembesar tabi'in) berkata:

وربَّما اختلفوا في الشيء فأخذنا بقول أكثرهم وأفضلهم رأيًا

_Bisa jadi para mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, maka kami akan mengambil pendapat mayoritas mereka dan yang paling utama._ (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, jilid. 12, hal. 214) 

- *Komitmen Dengan Kegiatan (الاتزام بالانشطة )*

Yaitu komitmen dengan semua program yang menjadi perangkat pembinaan dan perjuangan jamaah, baik halaqah pekanan, tatsqif, Lailatul Katibah, mabit, rihlah, mukhayam (kembara), munasharah Palestina, dll. Serta meyakini bahwa ini sarana yang begitu komplit untuk mentarbiyah dirinya baik sebagai muslim dan aktivis Islam.

=========

Demikianlah modal utama pribadi muslim yang menyeluruh, memiliki akhlak asasi dan akhlak da'i . Maka ...

- Tidak dikatakan lengkap, jika dia hebat dalam komitmen aqidah dan ibadah, tapi tidak disiplin dalam komitmen berjamaah; membangkang, infiradi, dan _najwa_ (gosip, bisik-bisik) terhadap jamaah, sering bolos dari kegiatan jamaah.

- Tidak pula dikatakan lengkap, jika dia hebat dalam hidup berjamaah, taat, tsiqah, rajin ... namun komitmen terhadap syariatnya kedodoran; masih percaya tahayul dan khurafat, jarang tilawah, sering meninggalkan shalat berjamaah, lalai terhadap kewajiban dan sunah, dsb.

Hendaknya dia berupaya melengkapi dirinya dengan keduanya. Wallahul Musta'an!

Wa Shalallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam 

🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃

*✍️ Admin Madrasatuna*

Minggu, 23 November 2025

Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030





Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030
 23/11/2025 01:14  ADMIN
Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI telah menetapkan Pimpinan MUI untuk periode 2025-2030.
JAKARTA, MUI.OR.ID--Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI telah menetapkan Pimpinan MUI untuk periode 2025-2030 setelah melalui musyawarah dengan sistem formatur.

Ada 19 orang formatur yang dipilih kemudian ditetapkan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) MUI Nomor:01/PO-MUI/VI/2025 tentang Pedoman Pemilihan Pengurus MUI.

Pemilihan Ketua Umum MUI dan Penyusunan Pengurus Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI dilaksanakan dengan tahapan pemilihan formatur, penetapan formatur, pemilihan ketua umum, penyusunan Dewan Pimpinan MUI, pemilihan ketua Dewan Pertimbangan, dan penyusunan Dewan Pertimbangan. 

Jumlah formatur ditetapkan sebanyak 19 orang, terdiri dari 3 orang unsur Dewan Pimpinan MUI Pusat demisioner (ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara umum). 

Kemudian satu orang dari unsur Dewan Pertimbangan, 7 orang dari unsur Dewan Pimpinan MUI Provinsi, 6 orang unsur pimpinan Ormas Islam yang terdiri dari NU dan Muhamadiyah sebagai unsur tetap, dan ormas lain secara proporsional/bergantian. 

Kemudian satu orang unsur cendekiawan Muslim/perguruan tinggi Islam dan satu orang unsur pondok pesantren.

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin kembali menjadi ketua Dewan Pertimbangan MUI. Sementara KH Anwar Iskandar kembali menjadi ketua umum MUI. 

Kemudian hasil musyawarah ditetapkan dalam Rapat Pleno XII oleh Ketua SC Munas XI MUI KH Masduki Baidlowi pada Sabtu (22/11/2025). 

Selain itu, Buya Anwar Abbas dan KH Marsudi Syuhud kembali menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030. Sementara Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah periode 2020-2025 KH Cholil Nafis menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030.

Berikut susunan lengkap Pimpinan MUI periode 2025-2030: 


STRUKTUR DAN PERSONALIA ORGANISASI MAJELIS ULAMA INDONESIA

MASA KHIDMAT 2025-2030

A. DEWAN PERTIMBANGAN

Ketua             : Prof Dr KH Ma'ruf Amin

Wakil Ketua : Prof Dr KH Nasaruddin Umar

Wakil Ketua : Dr KH Afifuddin Muhajir

Wakil Ketua : Prof Dr Jimly Asshiddiqie

Wakil Ketua : Dr Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Wakil Ketua : Prof Dr Syafiq Mughni

Wakil Ketua : H Basri Bermanda, MBA

Wakil Ketua : KH Abdullah Jaidi

Wakil Ketua : Tamsil Linrung

Wakil Ketua : Prof Dr Kamaruddin Amin

Wakil Ketua : Prof Dr Hj Amany Lubis

Wakil Ketua : Dr Hj Badriyah Fayumi

Wakil Ketua : Dr H Yusnar Yusuf

Wakil Ketua : Prof Dr Masykuri Abdillah

Wakil Ketua : Dr KH Jeje Zaenudin,M.A.

Wakil Ketua : Prof Dr Masnun Tahir

Wakil Ketua : Dr KH Muhyiddin Junaidi, Lc, MA.

Wakil Ketua : H Muhammad Syarfi Hutauruk, MM.

Wakil Ketua : Dr KH Sa'ad Ibrahim

Sekretaris               : Dr H Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.

Wakil Sekretaris     : Dr KH Zulfa Mustofa

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Nadratuzzaman Hosein

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Ahmad Muzakki

Wakil Sekretaris    : Dr Hj Sabriati Aziz

Wakil Sekretaris    :  Siti Aisyah 

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Hj Valina Singka Subekti

Wakil Sekretaris    : Prof Dr H Moh Mukri, MAg.

Wakil Sekretaris    : Dr KH M Sodikun

Wakil Sekretaris    : KH Nasirul Haq

Anggota:

Ketua-Ketua Umum dan Sekjend-Sekjend Ormas Islam (yang belum terwakili dijajaran ketua dan di undangan sebagai peserta Munas XI tahun 2025) dan Tokoh-Tokoh serta perseorangan.


DEWAN PIMPINAN MUI

Ketua Umum

K.H. M. Anwar Iskandar

Wakil Ketua Umum 

KH M Cholil Nafis, Ph.D.

Dr H Anwar Abbas, M.M., M.Ag.

Dr KH Marsudi Syuhud, M.M.


Ketua-Ketua

1. Bidang Fatwa Prof Dr KH M Asrorun Ni'am Sholeh, M.A.

2. Bidang Fatwa Metodologi Gusrizal Gazahar

3. Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi

4. Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani

5. Bidang Kerukunan Abdul Moqsith Ghozali

6. Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung

7. Bidang Luar Negeri Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim

8. Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub

9. Bidang Kesehatan Prof Fasli Jalal

10. Bidang Seni Budaya H Pasni Rusli

11. Bidang Pendidikan Prof Dr Faisol Nasar Bin Madi, M.A

12. Bidang PRK Dr Siti Ma'rifah

13. Bidang Kajian Prof Utang Ranuwijaya

14. Bidang Hukum Prof Dr Wahiduddin Adams, SH, MA.

15. Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin

16. Bidang Pesantren KH Fahrur Rozi Burhan

17. Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid

18. Bidang Halal Masyhuril Khomis

19. Bidang Filantropi Prof Dr Noor Achmad

Sekretaris Jenderal :

H Amirsyah Tambunan

Wakil Sekretaris Jenderal:

1. Bid Fatwa Aminudin Yakub

2. Bid Fatwa Metodologi Drs H Muhammad Ziyad, M.A.

3. Bid Infokom Asrori S Karni

4. Bid. Dakwah Dr KH Arif Fahrudin

5. Bid. Kerukunan Sarmidi Husna

6. Bid Ekonomi Hazuarli Halim

7. Bid Luar Negeri Safira Machrusah, M.A.

8. Bid. Ekonomi Syariah Dr KH Bukhori Muslim, M.A.

9. Bid. Kesehatan Dr dr Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT

10. Bid. Seni Budaya Dr H Erick Yusuf, SSy, MPd.

11. Bid. Pendidikan Prof Dr Armai Arief, MAg.

12. Bid. PRK Nilmayetti Yusri

13. Bid. Kajian Dr KH Ali M Abdillah

14. Bid. Hukum Dr H Ihsan Tanjung

15. Bid. Ukhuwah Dr Syamsul Qomar

16. Bid. Pesantren KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.

17. Bid. Penanggulangan Bencana Mabroer M.S.

18. Bid. Halal Rofiqul Umam Ahmad

19. Bid. Filantropi Rahmat Hidayat

Bendahara Umum

H Misbahul Ulum

Bendahara:

1. Rudi Mas'ud

2. Diana Dewi

3. Trisna Ningsih Yuliati

4. Dr Yayat Sujatna, SE. MSi.

5. Jojo Sutisna

6. Idy Muzayyad, M.Si.

7. Mahsin

8. Dr Erni Juliana Al Hasanah, SE, M.Ak.



(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)  

https://mui.or.id/baca/berita/berikut-susunan-lengkap-pimpinan-mui-periode-2025-2030

Jumat, 21 November 2025

Jangan terlambat Sadar

*OASE SUBUH*

*JANGAN TERLAMBAT SADAR*



Ungkapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra sangat mendalam:

*_"Manusia itu tidur, dan ketika mati, mereka baru sadar!"_*

Bayangkanlah betapa mengerikan jika kita baru menyadari kebenaran ketika kita melihat wajah malaikat maut!

Semua perjuangan sia-sia yang tidak sebanding dengan usahamu, 

Semua perasaan indah yang kamu letakkan pada perkara yang haram, 

Semua langkah di jalan yang tidak seharusnya kamu tempuh, 

Semua momen indah yang seharusnya kamu habiskan bersama keluarga namun tidak kamu lakukan, 

Semua hak yang tidak kamu tunaikan kepada pemiliknya, 

Semua daging busuk orang yang kamu makan karena ghibah, 

Semua orang terdzalimi yang kamu lihat namun kamu berpaling dari mereka, 

Semua teriakan minta tolong yang kamu dengar namun kamu menutup telingamu agar tidak mendengarnya, 

Semua hubungan yang terputus karena perkara yang sepele, 

Semua ibadah yang tidak kamu lakukan dengan semestinya... 

Sungguh sangat menakutkan jika kita tidak sadar kecuali setelah terlambat!

Ungkapan ini mengingatkan kita akan pentingnya introspeksi diri dan mempersiapkan diri untuk akhirat, serta mendorong kita untuk menjalani hidup dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Senin, 17 November 2025

Edith Wharton.





Kota New York, 1885.
Edith Wharton yang berusia dua puluh tiga tahun berdiri di rumah mewahnya di Fifth Avenue, dikelilingi kekayaan, para pelayan, dan ekspektasi yang begitu berat hingga dapat mencekik siapa pun. Ia menikah dengan terhormat, suaminya Teddy Wharton berasal dari keluarga yang terpandang, tinggal di lingkungan yang terpandang, dan memenuhi setiap harapan masyarakat.

Tapi ia benar-benar merasa sengsara.

Saat remaja, Edith pernah ketahuan menulis cerita di kamar tidurnya. Ibunya merampas halaman-halaman buku itu dari tangannya dengan perasaan ngeri.
"Gadis baik-baik tidak menulis," kata ibunya.
Itu bukanlah sekadar ketidaksetujuan...itu sebuah peringatan. Menulis adalah sebuah profesi. Suatu tindakan publik. Dunianya laki-laki. Bagi seorang gadis elit New York, menjadi kreatif hampir dianggap tidaklah pantas.

Tetapi Edith tetap menulis.
Ia menulis secara sembunyi-sembunyi.
Ia menyembunyikan manuskrip di dalam laci.
Ia menerbitkan puisi dengan nama samaran agar lingkaran pertemanan ibunya tidak berbisik-bisik.

Terlahir dengan nama Edith Newbold Jones—keluarga Jones itu sangat terpandang. ia tumbuh di puncak kekayaan Amerika. Gaun impor, pelayan yang tak terhitung jumlahnya, tur keliling Eropa, rumah-rumah yang dirancang untuk membuat decak kagum.
Gadis-gadis seperti Edith dibesarkan dengan satu tujuan:
menikah, menjamu makan malam, mempertahankan status keluarga, dan tak pernah atau tak usah lagi menginginkan apa pun.

Tetapi Edith menginginkan segalanya.

Sementara anak-anak istimewa lainnya bermain, ia melahap buku. Dalam tur keliling Eropa bersama keluarga, ia fasih berbahasa Prancis, Jerman, dan Italia. Pada usia sebelas tahun, ia telah menulis sebuah novel lengkap. Pada usia lima belas tahun, ia menulis novel lagi. Pada usia delapan belas tahun, diterbitkan, dengan nama palsu, tentu saja.
Karena ambisi dan bakat menulis seorang wanita waktu itu dianggap merepotkan dan memalukan.

Lalu tibalah saatnya pernikahan. Teddy Wharton tampan, kaya, memiliki koneksi yang luas—semua yang diinginkan orang tuanya. Tetapi Teddy tidak memiliki selera intelektual dan tidak tertarik pada ide serta pikiran istrinya.  Pernikahan mereka terasa dingin, tegang, dan hampa secara emosional.
Edith merasa terjebak dalam kehidupan yang dirancang untuk seseorang yang dianggap tak pernah ada.

Maka, ia mulai melakukan sesuatu yang radikal:
Ia menulis dengan nama aslinya.
Buku pertamanya The Decoration of Houses (1897) masih lolos dari kritik. Namun, buku berikutnya, The Greater Inclination (1899), adalah fiksi sejati. Sebuah komentar sejati.
Lingkaran sosialnya terguncang.
Perempuan boleh membaca novel.
Perempuan boleh menjadi tuan rumah klub buku.
Tetapi seorang perempuan yang menulis karya sastra serius? Yang menerbitkan kritik sosial yang tajam?
Sama sekali tak terpikirkan.

Edith sudah tak peduli lagi.

Pada tahun 1905, ia menerbitkan The House of Mirth—sebuah dakwaan pedas terhadap dunia kelas atas tempat ia dilahirkan. Buku itu menjadi buku terlaris dan menjadi skandal. Keluarga-keluarga kaya berbisik-bisik bahwa ia telah mengkhianati kelasnya. Mereka tidaklah salah.

 Lalu ia melakukan hal yang paling terlarang:
Pada usia 45, ia meninggalkan New York.
Pindah ke Prancis.
Berpisah dari Teddy.
Dan akhirnya menceraikannya pada tahun 1913.
Perceraian seorang perempuan dengan suaminya pada tahun 1913 terasa begitu memilukan. Edith melakukannya tanpa ragu.

Di Paris, ia menemukan apa yang tak pernah ia temukan di New York: seniman, pemikir, teman-teman yang menghargai pemikirannya. Ia berselingkuh. Ia menulis dengan lahap.

Lalu Perang Dunia I pecah—dan Edith Wharton, yang terlahir dalam kemewahan, tidak melarikan diri.
Ia tinggal di Prancis, mengorganisir bantuan pengungsi, membuka asrama bagi perempuan terlantar, memeriksa garis depan, dan menulis laporan perang yang begitu hidup hingga memukau khalayak internasional. Prancis menganugerahinya Legion of Honor.
Sementara itu, ia terus menulis.
Dan menulis.
Dan menulis.

Di akhir hayatnya, Edith Wharton telah menerbitkan 48 buku dan lebih dari 85 cerita pendek.  Ia menjadi perempuan pertama yang memenangkan Penghargaan Pulitzer untuk The Age of Innocence (1921), sebuah novel yang mengkaji bagaimana masyarakat membungkam hasrat individu—kisahnya sendiri diabadikan sebagai karya seni.

Universitas Yale menganugerahkan gelar doktor kehormatan pertama yang pernah diberikan kepada seorang perempuan. Universitas-universitas mengajarkan karyanya. Para kritikus memuji kejeniusannya.
Masyarakat yang dulu mencoba membungkamnya kini terpaksa membacanya di ruang-ruang kelas.

Namun Edith tak pernah melupakan kurungan yang membuatnya memberontak.
Novel-novelnya mengungkap aturan-aturan yang mencekik perempuan:
tekanan untuk menikah
ketakutan akan skandal
rasa malu akan ambisi

Rabu, 12 November 2025

J. K. Rowling

Pada usia 17 tahun, ia dikeluarkan dari tempat kuliah (drop out).
Pada usia 25 tahun, ibunya meninggal karena penyakit.
Pada usia 26 tahun, ia pindah ke Portugal untuk mengajar bahasa Inggris.
Pada usia 27 tahun, ia menikah.

Suaminya menyiksanya. Seorang putri lahir.
Pada usia 28 tahun, ia bercerai dan didiagnosis menderita depresi berat.

Pada usia 29 tahun, ia menjadi ibu tunggal yang hanya bisa hidup dari bantuan sosial.

Pada usia 30 tahun, ia sudah tidak ingin hidup di dunia ini. Nyaris bunuh diri.

Namun kemudian ia mencurahkan seluruh hasratnya untuk melakukan satu hal yang bisa ia lakukan lebih baik daripada orang lain.
Dan itu adalah menulis.

Pada usia 31 tahun, ia akhirnya menerbitkan buku pertamanya.

Pada usia 35 tahun, ia merilis empat buku dan dinobatkan sebagai Penulis Terbaik Tahun Ini.

Pada usia 42 tahun, ia menjual 11 juta eksemplar buku barunya pada hari pertama peluncurannya.

Wanita ini adalah J.K. Rowling. Ingatlah bagaimana ia sudah mempertimbangkan untuk bunuh diri pada usia 30 tahun?  

Harry Potter adalah merek global yang bernilai lebih dari 15 miliar dolar.

Jangan pernah menyerah. Percayalah pada diri sendiri. Bersemangatlah. Bekerja keras. Tidak ada kata terlambat.

Dia adalah J. K. Rowling


Sabtu, 08 November 2025

Morerich community

Riwayat chat terlampir sebagai file "Chat WhatsApp dengan Morerich community2" di email ini. 

Harian Disway

[10/10 13.33] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 10 Oktober 2025 

[13/10 11.18] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 13 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[14/10 07.24] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 14 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[16/10 10.00] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 16 Oktober 2025 

[17/10 12.03] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 17 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[18/10 11.23] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 18 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[19/10 13.25] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 19 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[20/10 20.32] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 20 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[21/10 12.55] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 21 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[22/10 14.01] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 22 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[23/10 18.00] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 23 Oktober 2025 

 
Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[24/10 13.09] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 24 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[25/10 12.26] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 25 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[26/10 10.06] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 26 Oktober 2025 

Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[27/10 08.03] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 27 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[30/10 12.16] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 30 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[31/10 08.20] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 31 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[2/11 16.30] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 2 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[3/11 08.10] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 3 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[4/11 12.22] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 4 Oktober 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[5/11 13.50] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 5 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[6/11 15.39] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 6 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[7/11 08.04] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 7 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[8/11 08.48] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 8 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!

Jumat, 07 November 2025

Cium Kaki

*Cium Kaki*

Oleh: Dahlan Iskan
Jumat 07-11-2025

--

Spontan. Saya mau mencium kakinya. Di depan umum. Di depan para pengusaha besar Tionghoa di Jakarta.

Begitu besar rasa terima kasih saya pada orang tua itu: The Nin King. Yang jenazahnya dimakamkan hari ini. Di pemakaman keluarga. Di Cipanas.

Cium kaki itu karena Pak The Nin King memenuhi permintaan saya: menyelamatkan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. Proyek itu sudah telantar sekitar 20 tahun. Berbagai upaya meneruskannya gagal. Separo badan patungnya sudah terpasang --bagian bawah. Sedang bagian atas dan kepalanya masih berserakan di tanah.

Melihat gerakan saya akan mencium kakinya Pak The menghindar. Yang penting ia tahu bahwa saya tulus berterima kasih padanya.

Rabu kemarin saya mesong ke tempat persemayaman jenazah Pak The. Di Grand Heaven Jakarta. Lantai dasar rumah kematian itu dibuka semua. Hanya untuk pelayat satu jenazah Pak The --biasanya dibagi untuk enam jenazah.

Itu pun masih belum cukup. Orang yang mesong terlalu banyak. Sebagai pengurus PSMTI saya harus mesong dengan baju putih. Kebetulan seragam baru Wali Amanah Universitas Terbuka warna putih. Saya buka plastiknya. Saya pakai lengkap dengan bekas lipatannya.

Saya memberi hormat tiga kali di depan peti jenazah. Lalu hormat sekali ke serong kanan. Dan sekali ke serong kiri. Di kanan kiri peti itu berjajar keluarga Pak The. Anak-anaknya, menantu-menantunya dan cicitnya. Sedang istri Pak The, 84 tahun, duduk di kursi. Dia lebih muda 10 tahun dari suami.

Tidak semua dari enam anak dan enam menantu berjajar di situ. Harus bergantian. Yang memberi penghormatan tidak henti-hentinya. Harus diatur jadwal istirahat keluarga.

Pak The termasuk sedikit orang Tionghoa yang tidak mau ganti nama. Ia seperti ekonom Kwik Kian Gie, wartawan Goh Thjing Hok, atau pengacara Yap Thiam Hien. Saya lupa bertanya mengapa tidak mau ganti nama. Anak menantunya juga tidak berani bertanya. "Dugaan kami, itu karena papa sangat menghormati orang tua. Nama itu pemberian orang tua," ujar Haryanto, salah seorang menantunya.

Haryanto mendapat tugas menjadi pimpinan proyek GWK. Ia juga ikut memimpin Alam Sutera --real estate besar yang jadi salah satu ikon di grup usaha Pak The.

Ikon lainnya adalah Argo Pantes --usaha di bidang tekstil.  Terintegrasi. Mulai membuat benang, mewarnai, membuat kain sampai mencetaknya. Ekspornya hampir ke seluruh dunia.

Masih ada satu ikon lagi yang Anda pun telah terbawa salah kaprah: paralon. Paralon itu sebenarnya merek pipa yang diproduksi perusahaan Pak The. Itulah pabrik pipa bukan besi pertama di Indonesia. Mereknya Paralon. Menguasai pasar. Merek Paralon topnya top.

Kini semua pipa jenis itu, apa pun mereknya, Anda menyebutnya pipa paralon.

Masih banyak usaha lain Pak The. Hampir di seluruh keperluan hidup manusia. Pak The pernah disebut sebagai salah satu dari 25 orang terkaya Indonesia.

Saya dengar Pak The menanamkan modal sampai Rp2 triliun di GWK. Pakai uang Alam Sutera. Itu sangat besar. Tidak main-main. Sampai pun para pemegang saham publik mempertanyakannya. Alam Sutera memang sudah IPO sejak lama.

Pembangunan kembali GWK itu akhirnya juga membawa berkah bagi seniman besar Bali: I.Nyoman Nuarta. Ia pematung kelas dunia. Mangkraknya GWK sangat menyiksa batinnya. Nyomanlah yang mengerjakan patung Garuda Wisnu Kencana  itu. Patung raksasa.

Anda sudah tahu: patung itu tingginya 121 meter --termasuk pondasinya yang 46 meter. Itu jauh lebih tinggi dari patung Liberty di New York yang 93 meter --sudah termasuk pondasinya.

Sebenarnya proyek GWK sempat macet di tengah jalan. Ada permintaan Nyoman yang sulit dipenuhi Pak The. Tapi Bali segera jadi tuan rumah sidang IMF sedunia. Menko Luhut Panjaitan pun memanggil Nyoman dan pihak Pak The. Beres.

Dengan masuknya Pak The, Nyoman seperti hidup lagi --dalam pengertian yang sebenarnya. Selama proyek itu macet Nyoman terkena penyakit yang membahayakan: hepatitis C. Hebatnya Nyoman punya semangat sembuh yang luar biasa. Ia pelajari semua aspek hepatitis C. Akhirnya ia menemukan obatnya.

Obat itu obat baru. Belum resmi diakui oleh FDA-nya Amerika. Tapi sudah bisa dicoba. Harganya mahal sekali: Rp1 miliar --mungkin sekarang setara dengan Rp2 miliar. Nyoman berhasil membelinya. Ia sembuh total. Sehat sekali.

Kapan itu saya bertemu Nyoman di Bandung --tempat tinggalnya sekarang. Saya sepakat untuk datang ke rumahnya --tepatnya ke galerinya. Ketika menuju rumahnya itu hujan lebat tak kunjung reda. Jalan pun macet total. Akhirnya waktu pun berlalu.

Masih ada berkah lain: Nyoman memenangkan proyek yang jauh lebih besar: Istana Negara di Ibu kota Nusantara, IKN.

Nyoman, yang saat sakit hanya punya cita-cita tertinggi agar GWK terwujud sebagai karya  akhir dalam hidupnya, ternyata bikin sejarah besar yang lain lagi di IKN. Boleh dikata GWK dan Istana Negara adalah Karya Nyoman Nuarta di hidup barunya.

Sebelum Covid yang lalu Pak The sakit. Setelah agak reda ia dibawa ke Singapura. Selama pandemi Covid pun Pak The tinggal di Singapura. Di sana kesehatannya on-off. Tanggal 2 November lalu Pak The meninggal dunia di sana. Di usia 94 tahun.

Pak The bukan pengusaha yang tiba-tiba besar. Usia 12 tahun ia sudah bekerja di tempat kelahirannya: Seorang, Bandung. Jualan kain. Malam hari. Pakai lampu penerangan petromax. Umur 14 tahun ia merantau ke Jakarta: ikut Omnya. Juga jualan kain.

Saya sendiri baru sekali ke GWK --itu pun ketika belum sepenuhnya jadi. Sepanjang kunjungan itu selalu terbayang wajah Pak The di sana. Di patungnya. Terutama di tebing-tebing labirinnya. (Dahlan Iskan)

Kamis, 06 November 2025

Online

*📣[INFORMASI PRESENSI DAN REVIEW WEBINAR HARI PERTAMA]*

Webinar Praktik Baik 32JP *"Trik Super Cepat: Mendesain Perangkat Ajar Inovatif menggunakan Chat GPT & Gemini AI"*

Terimakasih untuk bapak/ibu Guru yang telah antusias mengikuti pertemuan pertama malam ini, berikut link Presensi dan Review Webinar :

*LINK PRESENSI HARI KE-1:*

*LINK REVIEW WEBINAR:*

CATATAN PRESENSI :
1. Gunakan email yang sama dengan pendaftaran
2. Pastikan identitas yang dituliskan sudah benar karena untuk pembuatan sertifikat

Rabu, 05 November 2025

H pertama

*⏰ [INFORMASI PERTEMUAN PERTAMA] ⏰* 

Salam, belajar bersama! 

Terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu telah menyimak materi pertemuan pertama. Berikut ringkasan Webinar Malam ini: 👇
--- --- --- 
*✅ Link Presensi Hari 1:* 

*✅ Link Rekaman Materi:*

⛔ Jika terjadi traffic yang padat, silakan Bapak/Ibu bisa mencobanya secara berkala. Presensi akan tetap Kami buka. 
--- --- --- --- --- --- --- --- --- 

Selasa, 04 November 2025

Ketika yang Bertahan Bukan yang Terbaik

*Ketika yang Bertahan Bukan yang Terbaik*

Ada sebuah fenomena yang tidak hanya terjadi di perusahaan, tetapi juga bisa terjadi di lembaga, yayasan, bahkan organisasi dakwah: Seseorang yang lemah dalam kinerja, miskin inisiatif, dan tidak produktif bisa duduk di posisinya bertahun-tahun.

Sementara orang lain yang bersemangat, cerdas, dan membawa perubahan positif justru tidak bertahan lama, mereka pergi, kecewa atau tersingkir pelan-pelan.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi di tempat yang seharusnya berorientasi pada nilai dan amanah, bukan pada jabatan dan gengsi?


*Pertama, Karena alat ukurnya berbeda*

Dalam banyak organisasi dan lembaga, tolok ukur keberhasilan seringkali kabur.

Yang dihargai bukan hasil dan dampak, melainkan loyalitas, kesetiaan pada figur, atau sekadar "tidak bikin ribut."

Padahal Allah Swt. berfirman,

*"وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ..."*
 *"Katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu..."* (QS. At-Taubah: 105)

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran utama dalam kerja adalah amal dan hasilnya, bukan lamanya seseorang bertahan di posisi.

Seorang yang hebat dan kompeten biasanya menilai dirinya dari dampak nyata dan kualitas kontribusi.

Sementara sebagian orang yang lemah dan tidak kompeten lebih menilai dirinya dari kemampuan mempertahankan jabatan, menjaga citra dan menghindari masalah.
Ia tahu banyak cara berpolitik, tapi tidak peduli cara berkontribusi.

Orang seperti ini bisa melewati badai tanpa perubahan, sementara orang-orang yang membawa "angin segar perubahan" justru dianggap mengganggu ketenangan lembaga.


*Kedua, karena beda antara keahlian teknis dan kecerdasan sosial*

Dalam dunia organisasi, kecakapan bekerja (technical skill) sering tidak seimbang dengan kecakapan berjejaring dan berkomunikasi (social-political skill).

Ada orang yang sangat ahli di bidangnya, tapi tidak piawai membaca dinamika sosial organisasi

Sebaliknya, ada yang minim kompetensi, tapi pandai menjaga hubungan, tahu kapan harus bicara dan kapan harus menghilang untuk menyelamatkan diri.

*Dampak yang akan terjadi di lapangan*

Ketika seorang yang lemah dan minim kompetensi bertahan, sementara seorang yang unggul tersingkir, konsekuensinya nyata:

*1. Talenta terbaik tidak terpakai.*
Mereka tersingkir karena dinilai sebagai biang ribut.

*2. Kinerja lembaga menurun.*
Semua bekerja sekadar menggugurkan kewajiban, bukan menorehkan prestasi.

*3. Inovasi macet.*
Energi habis untuk menjaga posisi, bukan memperbaiki sistem.

*4. Regenerasi terhambat.*
Karena kursi terlalu sakral, orang baru kehilangan ruang untuk tumbuh.

*5. Ruh perjuangan memudar.*
Aktivitas berubah menjadi rutinitas administratif tanpa semangat dan ruh ikhlas.

Ini adalah bentuk kemunduran yang sunyi, tidak meledak, tapi menggerogoti nilai dari dalam.

*Mencari Solusi*

*Bedakan antara ketenangan semu dan stabilitas sejati.*
Stabilitas tidak lahir dari diam, tapi dari keadilan, kejelasan dan kepercayaan.

*Ukur kinerja dengan dampak, bukan lamanya masa jabatan.*
Allah menilai dari hasil amal, bukan dari durasi posisi.

*Menghargai orang yang berbeda tapi konstruktif.*
Mereka bukan ancaman, tapi alarm dini agar lembaga tetap sehat.

*Bangun sistem evaluasi kepemimpinan yang rutin.*
Lihat siapa yang membangun manusia dan siapa yang justru mengurasnya.

*Ciptakan mekanisme suksesi yang nyata.*
Jangan biarkan masa depan lembaga dan organisasi bergantung pada satu orang atau satu kursi.


*Kesimpulan*

Organisasi yang sehat harus mengubah alat ukurnya. Ketika dampak, keikhlasan, dan hasil nyata menjadi mata uang resmi dalam lembaga, maka kursi akan ditempati oleh orang yang pantas. Dan orang-orang terbaik akan memilih untuk tetap berjuang di dalamnya.

Di sisi Allah, yang bernilai bukan siapa yang paling lama dan paling dahulu 
tetapi siapa yang meninggalkan jejak kebaikan yang tetap hidup setelah ia tiada.

Ahlan Zohran

Ahlan Zohran
Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 04-11-2025

(Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.-Tangkapan layar/Twitter/X)

Pilwali di New York tinggal beberapa jam lagi. Karena itu kisah lanjutan serial Nisa ditunda besok. Kita doakan dulu Zohran Mamdani terpilih.

Sampai tadi malam Mamdani masih diunggulkan. Selisih kemenangannya tetap dua digit. Dibanding dua calon lain. Hampir pasti penganut Islam syiah itu akan terpilih --kecuali Presiden Donald Trump tiba-tiba memerintahkan menangkapnya.

Besok Anda akan tahu hasil Pilwali itu lebih dulu dari saya. Kita tunggu saja siapa perusuh yang tercepat unggah hasil Pilwali itu di kolom komentar pembaca Disway.

Mamdani tidak ambil pusing pengusaha-pengusaha besar tidak mendukungnya. Mereka membenci. Mamdani dianggap sosialis kiri --anti kemapanan.

Mamdani memang punya program membangun rumah-rumah sederhana. Bus kota akan digratiskan. Kenaikan ongkos sewa rumah akan dicegah. Akan ada patokan harga tertinggi sewa rumah.

Pajak untuk si kaya akan ia naikkan. Dari 7,6 persen ke 11 persen.

Lalu siapa yang membiayai kampanye Mamdani? Untungnya di New York berlaku aturan ini: cawali yang  bisa mengumpulkan dana kecil-kecil dari warga kota biasa, pemerintah akan menggandakannya enam kali lipat.

Misalnya: 5.000 warga New York mau menyumbang kampanye Mamdani. Tentu nilai sumbangan mereka kecil-kecil. Mulai USD10. Sampai maksimal USD200. Tidak boleh lebih dari itu.

Lalu, misalnya, dari mereka terkumpul USD100 juta. Maka Pemda akan menambahkan dana enam kali lipatnya. Alias 600 juta. Berarti Cawali tersebut punya dana kampanye 700 juta.

Aturan tersebut untuk menghindarkan cawali dari kendali pengusaha besar. Agar wali kota tidak disetir oleh kepentingan mereka.

Sebagai cawali yang dibenci pengusaha besar Mamdani benar-benar dapat simpati dari  rakyat biasa di New York. Dua bulan pertama pencalonannya Mamdani mendapat sumbangan dari rakyat biasa sebesar USD600.000. Berarti Mamdani sudah punya dana di awal  kampanye sebesar USD4.200.000.

Dalam dua bulan pencalonan  jumlah penyumbangnya sudah 6.500 orang lebih. Berarti rata-rata mereka menyumbang USD100. Artinya, banyak yang menyumbang USD200 tapi banyak juga yang hanya USD50.

Tujuan lain sistem itu: agar orang hebat yang tidak kaya tidak takut mencalonkan diri. Mamdani contohnya. Dua lawannya orang mapan semua: satunya mantan gubernur New York. Satunya lagi politikus lama dari Partai Republik.

Meski nama belakangnya Mamdani, jangan dikira Zohran Mamdani punya hubungan keluarga dengan Ebrahim Mamdani.

Anda sudah tahu siapa itu  Ebrahim Mamdani: ilmuwan matematika Inggris berdarah Parsi. Ia penemu "Sistem Mamdani". Yakni artificial intelligence yang merumuskan sistem "Kalau" dan "Maka" (if and then).

Misalnya: If udara panas dan lembab then jalankan kipas. Contoh lain: If tekanan tinggi dan suhu rendah then buka katupnya.

Zohran Mamdani memang juga berdarah Parsi. Tapi leluhurnya sudah lama menyingkir ke India. Dari India ayahnya jadi imigran di Uganda. Zohran lahir di Uganda.

Lalu orang tua Zohran mengajaknya jadi imigran di Afrika Selatan. Sampai akhirnya jadi imigran di Amerika Serikat.

Zohran masuk sekolah di New York. Pun sampai lulus Universitas. Ia jadi aktivis muda kemasyarakatan. Lantas jadi anggota DPRD New York.

Umurnya baru 34 tahun dan itulah kelemahannya: belum pernah jadi eksekutif di pemerintahan. Padahal New York kota terbesar di Amerika. Terkaya di dunia.

Rakyat tidak peduli. Mereka sudah bosan dengan politisi yang itu itu juga. Saya ikuti pidato-pidato Mamdani. Lewat video. Juga kampanyenya.

Dialog langsungnya dengan warga angat menarik. Ramah. Rendah hati. Penuh empati.

Mamdani tidak menutup-nutupi bahwa ia Islam. Bahwa ia sosialis kiri. Toh politisi nasional tidak perlu merasa terancam. Ia tidak akan bisa jadi Capres Amerika --karena lahir di luar Amerika.

Dalam Pilwali tanggal 4 November besok, pemilih tidak hanya mencoblos salah satu dari tiga calon wali kota. Masih ada lima kartu suara lain. Pilwali ini ternyata dimanfaatkan sekaligus untuk referendum lima persoalan.

Misalnya: apakah rakyat setuju di sebuah distrik dibangun perumahan sederhana. Persetujuan rakyat diperlukan karena tata kota lama tidak mengakomodasikan lokasi untuk rumah sederhana.

Kartu lain berisi pertanyaan: apakah warga setuju dibangun stadion olimpiade di kawasan hutan lindung di satu lokasi.

Pertanyaan lain: apakah rakyat setuju peta kota New York diganti dengan peta digital.

New York sudah punya peta dalam bentuk kertas. Sejak tahun 1811 yang diperbaharui tahun 1898. Detail sekali. Sampai ukuran parit di satu RT pun ada petanya. Jumlah peta itu ratusan ribu lembar. Tersimpan rapi di gedung arsip.

Kalau rakyat setuju maka mulai tahun 2028 New York akan punya peta digital.

Serba minta persetujuan langsung ke rakyat adalah kekuatan demokrasi di Amerika --sesuatu yang orang seperti Trump tidak sabar.

Mamdani selangkah lagi jadi wali kota Islam pertama di kota besar di Amerika. Ahlan wasahlan Zohran. (Dahlan Iskan)


Informasi Mojokerto dan sekitarnya 
Klik..
Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 04-11-2025

(Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani.-Tangkapan layar/Twitter/X)

Pilwali di New York tinggal beberapa jam lagi. Karena itu kisah lanjutan serial Nisa ditunda besok. Kita doakan dulu Zohran Mamdani terpilih.

Sampai tadi malam Mamdani masih diunggulkan. Selisih kemenangannya tetap dua digit. Dibanding dua calon lain. Hampir pasti penganut Islam syiah itu akan terpilih --kecuali Presiden Donald Trump tiba-tiba memerintahkan menangkapnya.

Besok Anda akan tahu hasil Pilwali itu lebih dulu dari saya. Kita tunggu saja siapa perusuh yang tercepat unggah hasil Pilwali itu di kolom komentar pembaca Disway.

Mamdani tidak ambil pusing pengusaha-pengusaha besar tidak mendukungnya. Mereka membenci. Mamdani dianggap sosialis kiri --anti kemapanan.

Mamdani memang punya program membangun rumah-rumah sederhana. Bus kota akan digratiskan. Kenaikan ongkos sewa rumah akan dicegah. Akan ada patokan harga tertinggi sewa rumah.

Pajak untuk si kaya akan ia naikkan. Dari 7,6 persen ke 11 persen.

Lalu siapa yang membiayai kampanye Mamdani? Untungnya di New York berlaku aturan ini: cawali yang bisa mengumpulkan dana kecil-kecil dari warga kota biasa, pemerintah akan menggandakannya enam kali lipat.

Misalnya: 5.000 warga New York mau menyumbang kampanye Mamdani. Tentu nilai sumbangan mereka kecil-kecil. Mulai USD10. Sampai maksimal USD200. Tidak boleh lebih dari itu.

Lalu, misalnya, dari mereka terkumpul USD100 juta. Maka Pemda akan menambahkan dana enam kali lipatnya. Alias 600 juta. Berarti Cawali tersebut punya dana kampanye 700 juta.

Aturan tersebut untuk menghindarkan cawali dari kendali pengusaha besar. Agar wali kota tidak disetir oleh kepentingan mereka.

Sebagai cawali yang dibenci pengusaha besar Mamdani benar-benar dapat simpati dari rakyat biasa di New York. Dua bulan pertama pencalonannya Mamdani mendapat sumbangan dari rakyat biasa sebesar USD600.000. Berarti Mamdani sudah punya dana di awal kampanye sebesar USD4.200.000.

Dalam dua bulan pencalonan jumlah penyumbangnya sudah 6.500 orang lebih. Berarti rata-rata mereka menyumbang USD100. Artinya, banyak yang menyumbang USD200 tapi banyak juga yang hanya USD50.

Tujuan lain sistem itu: agar orang hebat yang tidak kaya tidak takut mencalonkan diri. Mamdani contohnya. Dua lawannya orang mapan semua: satunya mantan gubernur New York. Satunya lagi politikus lama dari Partai Republik.

Meski nama belakangnya Mamdani, jangan dikira Zohran Mamdani punya hubungan keluarga dengan Ebrahim Mamdani.

Anda sudah tahu siapa itu Ebrahim Mamdani: ilmuwan matematika Inggris berdarah Parsi. Ia penemu "Sistem Mamdani". Yakni artificial intelligence yang merumuskan sistem "Kalau" dan "Maka" (if and then).

Misalnya: If udara panas dan lembab then jalankan kipas. Contoh lain: If tekanan tinggi dan suhu rendah then buka katupnya.

Zohran Mamdani memang juga berdarah Parsi. Tapi leluhurnya sudah lama menyingkir ke India. Dari India ayahnya jadi imigran di Uganda. Zohran lahir di Uganda.

Lalu orang tua Zohran mengajaknya jadi imigran di Afrika Selatan. Sampai akhirnya jadi imigran di Amerika Serikat.

Zohran masuk sekolah di New York. Pun sampai lulus Universitas. Ia jadi aktivis muda kemasyarakatan. Lantas jadi anggota DPRD New York.

Umurnya baru 34 tahun dan itulah kelemahannya: belum pernah jadi eksekutif di pemerintahan. Padahal New York kota terbesar di Amerika. Terkaya di dunia.

Rakyat tidak peduli. Mereka sudah bosan dengan politisi yang itu itu juga. Saya ikuti pidato-pidato Mamdani. Lewat video. Juga kampanyenya.

Dialog langsungnya dengan warga angat menarik. Ramah. Rendah hati. Penuh empati.

Mamdani tidak menutup-nutupi bahwa ia Islam. Bahwa ia sosialis kiri. Toh politisi nasional tidak perlu merasa terancam. Ia tidak akan bisa jadi Capres Amerika --karena lahir di luar Amerika.

Dalam Pilwali tanggal 4 November besok, pemilih tidak hanya mencoblos salah satu dari tiga calon wali kota. Masih ada lima kartu suara lain. Pilwali ini ternyata dimanfaatkan sekaligus untuk referendum lima persoalan.

Misalnya: apakah rakyat setuju di sebuah distrik dibangun perumahan sederhana. Persetujuan rakyat diperlukan karena tata kota lama tidak mengakomodasikan lokasi untuk rumah sederhana.

Kartu lain berisi pertanyaan: apakah warga setuju dibangun stadion olimpiade di kawasan hutan lindung di satu lokasi.

Pertanyaan lain: apakah rakyat setuju peta kota New York diganti dengan peta digital.

New York sudah punya peta dalam bentuk kertas. Sejak tahun 1811 yang diperbaharui tahun 1898. Detail sekali. Sampai ukuran parit di satu RT pun ada petanya. Jumlah peta itu ratusan ribu lembar. Tersimpan rapi di gedung arsip.

Kalau rakyat setuju maka mulai tahun 2028 New York akan punya peta digital.

Serba minta persetujuan langsung ke rakyat adalah kekuatan demokrasi di Amerika --sesuatu yang orang seperti Trump tidak sabar.

Mamdani selangkah lagi jadi wali kota Islam pertama di kota besar di Amerika. Ahlan wasahlan Zohran. (Dahlan Iskan)


Informasi Mojokerto dan sekitarnya 
Klik..

Menjaga Amal

*ONE DAY ONE HADITS* Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya'ban 1447 *Menjaga Amal * عن عبد الله بن عَمْرو بن العاص رَضِيَ الله عنهما، قَالَ: ق...