🌹🌹🌹🌹🌹🌹
CATATAN SORE: *"SEMUANYA SEMENTARA"*
@ Cahyadi Takariawan
Seorang teman lama bertanya kepada saya, "Apa posisi sekarang Pak Cah di organisasi?" Saya jawab, "Sementara ini, saya diberi amanah sebagai salah satu Ketua Bidang".
"Mengapa sementara?" tanya teman saya. "Karena semua posisi itu sementara. Tak ada yang selamanya", jawab saya.
Pada dasarnya, semua amanah yang diberikan kepada kita, sifatnya sementara. Sebagai apapun kita, hakikatnya adalah sementara. Karena demikianlah sifat dunia ini, hanya kehidupan yang sementara.
Maka pergantian amanah, perubahan posisi dan komposisi, adalah sangat wajar. Bahkan terkadang menjadi kemestian. Karena memang semua bersifat sementara.
Syaikh Abbas As-Siisy bercerita, "Pada suatu waktu, di Kuwait, saya mengunjungi Jam'iyatul Ishlah Al-Ijtima'i. Saya disambut oleh seorang penjaga yang berasal dari Afghanistan bernama Habibullah.
Setelah berbincang-bincang dengannya, saya membaca dalam data dirinya bahwa ia adalah 'pegawai sementara'. Saya katakan kepadanya, "Mengapa Jam'iyah tidak mengangkat Anda sebagai pegawai tetap?"
Ia menjawab, "Wahai Paman, di dunia ini kita semua sementara...."
"Sungguh, jawaban ini benar-benar telah mengejutkanku. Ya, kita semua di dunia ini hanya sementara, dan setiap yang ada di atas dunia akan binasa. Tetapi jawaban seperti ini jarang sekali terdengar dari kebanyakan umat Islam. Kebanyakan manusia lalai bahwa kematian pun datangnya sekonyong-konyong..." demikian As-Siisy menutup kisahnya.
Pada konteks sementara itu, kita bekerja bersungguh-sungguh. Merencanakan dengan bersungguh-sungguh. Menjalankan program dengan sungguh-sungguh.
Karena kesementaraan itu memerlukan kesungguhan. Bukan sambilan.
Kutai Timur, 24 November 2025
*)
Abbas As-Siisiy, Bagaimana Menyentuh Hati, Era Intermedia, Solo, 2025. Miliki bukunya : 0831-6212-7171 (Winda) dan 0821-3494-5911 (Fitri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar