Rabu, 26 November 2025

APAKAH SUDAH DINYATAKAN

☪️
*APAKAH SUDAH DINYATAKAN?* 

Salah satu yang harus menjadi perhatian utama para kader dakwah adalah menjaga dan memelihara keberadaan dakwahnya agar tetap wujud dan eksis.  

Hal ini tentu saja tidaklah semudah bila hanya sekedar bicara atau mendiskusikannya. Di luar sana, banyak ancaman, tantangan, hambatan dan ancaman (ATHG)  yang menjadi batu sandungan.  

Ini tidak mengada-ada atau menakuti-nakuti, akan tetapi ini adalah jalan yang sudah digariskan terhadap gerakan dakwah dan para kadernya. Jalan dakwah adalah jalan yang penuh ujian dan cabaran sebagaimana firman Allah Ta'ala:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS. Al Ankabut: 2-3)

Banyak orang merasa cukup ketika menyatakan diri sebagai Mukmin. Seolah pengakuan iman tidak mengandung konsekuensi bagi pelakunya. Padahal, pengakuan iman itu masih harus dibuktikan dalam bentuk sikap dan tindakan ketika menghadapi ujian dan cobaan. 

Ayat di atas memberitakan keniscayaan adanya ujian bagi pengakuan iman  bagi setiap orang untuk membuktikan kebenarannya.  

Kata al-naas memberikan makna umum yang berarti meliputi seluruh manusia. Kaidah mengatakan bahwa ibroh itu karena keumuman ayat bukan karena kekhususan sebab. 

Kata hasiba dalam ayat ini bermakna zhanna (menduga, mengira).  Sedangkan huruf hamzah di depannya merupakan istifhâm inkari atau kata tanya yang bermakna penafikan atau pengingkaran, sehingga lafad yang jatuh setelahnya  adalah sesuatu yang dinafikan atau diingkari. Karena itulah dalam ayat selanjutkan Allah tegaskan bahwa: 

"Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"  

Bisa juga bermakna 'li al-taqri'  wal-tawbîkh (celaan dan teguran). Artinya, mereka tidak dibiarkan begitu saja mengatakan telah beriman tanpa diuji dan dicoba seperti yang mereka kira. Mereka benar-benar akan diuji untuk membuktikan kebenaran pengakuan iman mereka.

Semua ujian itu berfungsi untuk membuktikan kebenaran iman seseorang dan  bahwa ujian yang diberikan itu sesuai dengan kadar keimanan pelakunya.  Sebagaimana  hadits dari  Dari Mush'ab bin Sa'id -seorang tabi'in- dari ayahnya, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً

"Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?" Beliau Saw menjawab:

« الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ »


"Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa." (HR. Tirmidzi,  Ibnu Majah,  Ad Darimi, dan Ahmad)

Setelah menegaskan adanya cobaan untuk menguji keimanan manusia, Allah Swt berfirman:

وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم‌ۖ

"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka"

Ayat ini memberitakan bahwa ujian keimanan itu tidak hanya diberikan kepada kalian, namun juga umat-umat terdahulu. Oleh karena itu, ujian keimanan merupakan sunnataullah  yang berlaku di setiap masa. Yang dengan ujian dan cobaan itulah dapat diketahui pengakuan yang benar dan yang dusta. Allah Swt berfirman:

فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا 

"Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar"

Dalam ayat yang lainnya, Allah berfirman,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَۙ وَنَبْلُوَا۟ اَخْبَارَكُمْ 

"Sungguh, Kami benar-benar akan mengujimu sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu serta menampakkan (kebenaran) berita-berita (tentang) kamu." (QS. Muḥammad: 31)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa hal ini bukan berarti ada keraguan pada pengetahuan Allah terhadap apa yang akan terjadi. 

Makna yang dimaksud ialah agar Kami (Allah) menyatakan kejadiannya. Karena itulah Ibnu Abbas RA mengatakan sehubungan dengan dengan ayat ini bahwa makna na'lamu ialah naroo, yakni agar Kami melihat dengan kenyataan tentang kejadiannya, walaupun pada hakikatnya Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi, tetapi masih belum terlahirkan atau ternyatakan.

Nah apakah kita-kita ini termasuk orang-orang yang sudah  dinyatakan oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang benar imannya? Wallahu a'lam[]Acha

☪️
*Madrasatuna*

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

DUA BENDA DIAM TIDAK BISA BERTEMU

Oleh: Dr. Muhammad Hamid Aliwa


Diam, secara linguistik, adalah lawan dari gerak. Suatu benda pasti diam atau bergerak. Suatu benda tidak bisa diam dan bergerak pada saat yang bersamaan.

Sesungguhnya dua benda diam tidak bisa bertemu. Ini adalah fakta yang pasti dalam kaidah tata bahasa, dalam prinsip-prinsip fikih dan penerapannya, dalam teori-teori ilmiah, dan dalam dinamika kehidupan.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa:

– Gerak diperlukan agar terjadi pertemuan.

– Gerak diperlukan agar terjadi tindakan.

– Gerak diperlukan agar kontribusi dapat berlanjut.

Jika tidak, bagaimana suatu pertemuan dan tindakan dapat terjadi, dan kontribusi dapat berlanjut dengan diam dan tanpa adanya gerakan?

Tak diragukan lagi, dalam gerakan terdapat kebersihan dan keberkahan. Kebersihan bersumber dari gerakan yang benar dan bermanfaat. Air yang mengalir itu sendiri bersih dan menyucikan orang lain. Demikian pula, seseorang yang bergerak untuk kebaikan orang lain tidak hanya mempertahankan kesalehan dirinya sendiri, tetapi juga bergerak memperbaiki orang lain, membawa kebaikan yang mereka miliki kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian, mereka memelihara kesalehan mereka sendiri, dan dengan memperbaiki jiwa orang lain, mendapatkan pahalanya.

Keberkahan dalam gerakan muncul dari kenyataan bahwa kesalehan individu yang hanya bermanfaat bagi pelakunya itu terbatas dan hanya menghasilkan sedikit pahala atau buah. Inilah yang diungkapkan Imam Hassan al-Banna dalam memoarnya, dengan mengatakan: 

"Saya percaya bahwa setiap gerakan yang manfaatnya tidak melampaui pelakunya itu terbatas dan tidak signifikan. Gerakan terbaik dan paling mulia adalah gerakan yang hasilnya bermanfaat bagi pelakunya dan orang lain—keluarganya, bangsanya, dan sesama manusia. Semakin besar cakupan manfaat ini, semakin besar pula kemuliaan dan signifikansinya."

Semoga Allah merahmati Imam Syafi'i, yang dengan fasih menangkap makna ini dan mewujudkan prinsip ini dalam syair-syairnya yang agung, dengan mengatakan:

Aku telah melihat bahwa air yang tergenang dapat merusak; 

jika mengalir, ia suci, tetapi jika tidak mengalir, ia tidak suci.

Singa, jika tidak meninggalkan kandang, tidak bisa berburu; 

Anak panah, jika tidak meninggalkan busurnya, tidak bisa mengenai sasarannya.

Matahari, jika tetap diam di tempat, akan melelahkan manusia, baik Arab maupun non-Arab.

Bergerak, Termasuk Karakter Islam

Islam adalah agama pergerakan dan aktivitas, bukan agama diam dan pasif. Islam mengajak umatnya untuk aktif dan terlibat secara positif dalam masyarakat tempat mereka tinggal, mendorong mereka untuk bergaul dengan orang lain, menghadiri pertemuan, dan menanggapi secara positif berbagai peristiwa dan keadaan, baik kecil maupun besar. 

Islam tidak membiarkan mereka berdiam diri secara pasif, yang berujung pada ketidakberdayaan dan kemalasan.

Kehidupan seorang Muslim sejati ditandai dengan vitalitas yang konstan dan kepositifan yang bermanfaat dalam segala aspek di alam semesta yang luas ini, di setiap tingkatan dan di setiap bidang. 

Hal ini menumbuhkan pemahaman dalam dirinya bahwa perannya dalam kehidupan ini bukan semata-mata untuk dirinya sendiri. Namun, ia juga memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap orang lain. 

Misalnya, Islam mewajibkannya memperlakukan orang tuanya dengan baik dan terhormat, menjaga tali silaturahmi, dan berbuat baik kepada tetangganya. 

Dalam urusan ibadah murni seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, ia dianjurkan memperluas lingkaran pergaulan dan meningkatkan kewajibannya. Ia diwajibkan menghadiri shalat berjamaah di masjid setiap hari, berinteraksi dengan lapisan masyarakat yang lebih luas, melampaui keluarga dan kerabat dekatnya. 

Setiap tahun, ia membayar zakat kepada sebagian masyarakatnya yang telah Allah berikan hak atas kekayaannya. Demikian pula, puasa dan ritual lainnya mendorongnya untuk berinteraksi dan berpartisipasi dengan masyarakatnya. 

Dengan setiap ibadah, lingkup pengaruh dan interaksi seorang Muslim meluas, yang mengarah pada tingkat keterlibatan yang lebih besar dengan masyarakat sekitarnya.

Kemudian, ia diwajibkan bersikap positif terhadap masyarakat, dengan menjalankan kewajiban amar ma'ruf dan nahi munkar, yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik di atas umat lainnya.

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, dan beriman kepada Allah". (Ali Imran 110). 

Ia diwajibkan memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu yang tertindas, meringankan beban orang lemah, bersedekah dan zakat, serta menyantuni anak yatim. 

Ia diwajibkan menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim, dan jika ia terbunuh karenanya, maka ia menjadi pemimpin di kalangan syuhada, sebagaimana disebutkan dalam hadis shahih dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda: 

"Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, seorang laki-laki yang berani melawan penguasa yang zalim, memerintahkan dan melarangnya, lalu ia membunuhnya." 

Di atas semua itu, ada puncak kewajiban:  Berjihad di jalan Allah, membuat alam semesta tunduk kepada-Nya, memakmurkan bumi, dan berhijrah untuk menyelamatkan agama atau mempertahankannya. Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai bentuk gerakan memperjuangkan agama.

Gerakan Memperjuangkan Agama

Kita beranjak dari konsep abstrak tentang ketenangan dan amal menuju penerapannya yang nyata dalam kehidupan para dai dan pembaharu. Para dai harus aktif menyebarkannya, berdakwah di tengah masyarakat dengan risalahnya, menyatu dengan masyarakat dan lingkungan, dan tidak mengisolasi diri dari mereka. Ia tidak boleh menarik diri dan membiarkan kerusakan merajalela di sekitarnya, juga tidak boleh mengaku sedang mereformasi dunia sementara membiarkan kehancuran menjalar di dalam dirinya.

Penulis tafsir "Di Bawah Naungan Al-Qur'an" dan syahid Al-Qur'an mengungkapkan perlunya gerakan memperjuangkan agama:

"Pengalaman menegaskan bahwa mereka yang tidak bergabung dengan gerakan memperjuangkan agama ini tidak bisa memahami agama ini, betapa pun banyak waktu yang mereka curahkan untuk mempelajarinya melalui buku-buku—kajian yang dingin! Berbagai wawasan yang mencerahkan dari agama ini hanya bisa terungkap oleh mereka yang secara aktif bergerak memperjuangkannya dalam kehidupan manusia, bukan oleh mereka yang asyik dengan buku dan sibuk dengan kertas-kertas!

Sungguh, agama ini, dengan semya kebenaran, nilai, konsep, makna, dan hukumnya, tidak dapat tegak di muka bumi kecuali jika ia terwujud dalam diri orang-orang yang pertama-tama membawanya dan bergerak bersamanya di tengah masyarakat.

Hal ini telah ditegaskan oleh Imam Hassan al-Banna sebelumnya: bahwa kebangkitan bangsa dan umat membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh, pengorbanan yang berharga, dan tindakan tanpa lelah yang melampaui sekadar kata-kata, dakwah, dan bimbingan. 

Dalam hal ini belua juga mengatakan:

"Nasehat, bimbingan, dakwah, persuasi, penjernihan jiwa, dan pemurnian akhlak adalah jalan para filsuf imajinatif, bukan para reformis aktivis. Kita adalah umat yang selalu aktiv beramal dan bergerak." (ars)

Selasa, 25 November 2025

Harian Disway

[9/11 07.54] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 9 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[10/11 15.43] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 10 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[11/11 08.11] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 11 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[12/11 10.52] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 12 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[13/11 09.21] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 13 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[14/11 10.14] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 14 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[15/11 16.10] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 15 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[16/11 14.57] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 16 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[17/11 07.53] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 17 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[18/11 15.48] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 18 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[19/11 17.44] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Rabu, 19 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[20/11 12.26] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Kamis, 20 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[21/11 18.48] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Jumat, 21 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[22/11 08.03] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Sabtu, 22 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[24/11 08.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Senin, 24 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[24/11 08.56] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Minggu, 23 November  2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!
[25/11 15.04] +62 816-1920-966: Harian Disway Anda Edisi Selasa, 25 November 2025 


Ikuti terus berita-berita terbaik dari kami. Selamat membaca!

SEMUANYA SEMENTARA

🌹🌹🌹🌹🌹🌹

CATATAN SORE: *"SEMUANYA SEMENTARA"*

@ Cahyadi Takariawan

Seorang teman lama bertanya kepada saya, "Apa posisi sekarang Pak Cah di organisasi?" Saya jawab, "Sementara ini, saya diberi amanah sebagai salah satu Ketua Bidang".

"Mengapa sementara?" tanya teman saya. "Karena semua posisi itu sementara. Tak ada yang selamanya", jawab saya.

Pada dasarnya, semua amanah yang diberikan kepada kita, sifatnya sementara. Sebagai apapun kita, hakikatnya adalah sementara. Karena demikianlah sifat dunia ini, hanya kehidupan yang sementara.

Maka pergantian amanah, perubahan posisi dan komposisi, adalah sangat wajar. Bahkan terkadang menjadi kemestian. Karena memang semua bersifat sementara.

Syaikh Abbas As-Siisy bercerita, "Pada suatu waktu, di Kuwait, saya mengunjungi Jam'iyatul Ishlah Al-Ijtima'i. Saya disambut oleh seorang penjaga yang berasal dari Afghanistan bernama Habibullah. 

Setelah berbincang-bincang dengannya, saya membaca dalam data dirinya bahwa ia adalah 'pegawai sementara'. Saya katakan kepadanya, "Mengapa Jam'iyah tidak mengangkat Anda sebagai pegawai tetap?" 

Ia menjawab, "Wahai Paman, di dunia ini kita semua sementara...." 

"Sungguh, jawaban ini benar-benar telah mengejutkanku. Ya, kita semua di dunia ini hanya sementara, dan setiap yang ada di atas dunia akan binasa. Tetapi jawaban seperti ini jarang sekali terdengar dari kebanyakan umat Islam. Kebanyakan manusia lalai bahwa kematian pun datangnya sekonyong-konyong..." demikian As-Siisy menutup kisahnya.

Pada konteks sementara itu, kita bekerja bersungguh-sungguh. Merencanakan dengan bersungguh-sungguh. Menjalankan program dengan sungguh-sungguh.

Karena kesementaraan itu memerlukan kesungguhan. Bukan sambilan.

Kutai Timur, 24 November 2025

*) 
Abbas As-Siisiy, Bagaimana Menyentuh Hati, Era Intermedia, Solo, 2025. Miliki bukunya : 0831-6212-7171 (Winda) dan 0821-3494-5911 (Fitri)

Kepribadian Islami Yang Menyeluruh

*Suplemen Fikrah*

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻

*الشخصيَّةُ الإسلاميَّةُ المتكاملةُ*

_*Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah al-Mutakamilah (Kepribadian Islami Yang Menyeluruh)*_

Paling tidak ada dua perangkat yang harus dihidupkan dalam pribadi seorang aktivis dakwah agar dirinya masuk kategori _*Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah al-Mutakamilah*_.

*1️⃣ Komitmen Dengan Syariah (الالتزام بالشريعة)*

Ini merupakan modal asasi pertama dalam membentuk kepribadian Islami yang menyeluruh, yang mencakup pada:

- *Komitmen Dengan Aqidah Yang Benar (الالتزام بالعقيدة السليمة)*

Yakni aqidah yang kokoh dan didasari Al Quran dan As Sunnah dengan bingkai pemahaman Ahlussunah wal Jama'ah, serta aqidah yang bersih dari kesyirikan, nifaq, dan berbagai pemikiran dan aliran menyimpang.

- *Komitmen Dengan Ibadah Yang Shahih (الالتزام بالعبادة الصحيحة)*

Yaitu ibadah yang didasari keimanan dan keyakinan, dengan hati yang tulus dan bersih, dan dengan jenis dan cara yang benar dan sejalan syariah. Menjalankan yang wajib, dan menghidupkan yang sunah. Baik ibadah _badaniyah_ seperti shalat (berjamaah bagi laki-laki), tilawah, atau ibadah _maaliyah_ seperti zakat dan sedekah, atau _lisaniyah_ seperti zikir dan berkata-kata yang baik, atau yang menggabungkan kesemuanya seperti haji dan jihad.

- *Komitmen Dengan Akhlak Yang Terpuji (الالتزام بالاخلاق المحمودة)* 

Komitmen terhadap akhlak yang terpuji (الالتزام بالأخلاق المحمودة) adalah tanda iman yang kuat dan bukti kepatuhan seorang muslim kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Akhlak seperti kejujuran, amanah, rendah hati, gemar menolong, dan kasih sayang bukan hanya memperindah pribadi, tetapi juga mendatangkan keridaan Allah Ta'ala serta memperkuat hubungan antar manusia.

Akhlak terpuji juga membawa dampak sosial dan keberhasilan dakwah yang besar. Masyarakat yang dipenuhi individu berakhlak akan menjadi lebih harmonis, adil, dan saling menghargai. Karena itu, komitmen pada akhlak bukan hanya kewajiban pribadi, tetapi juga kontribusi langsung bagi kebaikan umat, keberhasilan dakwah, dan kemajuan peradaban.

- *Komitmen Dengan Dakwah Islam (الالتزام بالدعوة)*

Yaitu menjadikan dakwah sebagai perilaku utamanya. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Bicara, diam, serius, bergurau, dana, dan pikiran, bahkan darah dan nyawanya dia persembahkan untuk dakwah Islam. *Dakwah memiliki makna yang luas bukan hanya "ceramah" dan "khutbah", tapi semua pesona dalam diri seseorang yang membuat sebab hidayah Allah Ta'ala menyapa jiwa-jiwa manusia.*

*2️⃣ Komitmen Terhadap Jamaah (الالتزام بالجماعة)*

Ini merupakan modal asasi kedua untuk membentuk kepribadian Islami yang menyeluruh, yang mencakup pada:

- *Percaya Kepada Pemimpin (الثقة بالقيادة)*

Kepercayaan kepada kepemimpinan (الثقة بالقيادة) adalah fondasi penting dalam keberhasilan sebuah jamaah atau organisasi. Ketika anggota memiliki keyakinan terhadap integritas, kemampuan, dan visi pemimpinnya, maka mereka akan bekerja dengan lebih tenang, loyal, dan terarah. Kepercayaan ini juga memudahkan pemimpin untuk menggerakkan tim, menasihati, serta mengambil keputusan strategis tanpa menimbulkan kegaduhan atau keraguan.

Selain itu, kepercayaan kepada pemimpin menciptakan stabilitas dan kekuatan internal. Sebaliknya, hilangnya kepercayaan dapat memunculkan perpecahan, kecurigaan, dan melemahnya semangat kerja. *Oleh karena itu, di sisi lain, pemimpin wajib menjaga amanah, berlaku adil, dan menunjukkan keteladanan,* sementara para anggota perlu bersikap objektif dan mendukung selama pemimpin berada di atas kebenaran. Dengan sinergi seperti ini, sebuah komunitas akan mudah mencapai tujuan dan menghadapi tantangan dengan soliditas yang kuat.

- *Tsiqah Terhadap Ikhwah (الثقة بالاخوة)*

Kepercayaan terhadap sesama aktivis Islam adalah salah satu pilar yang menjaga kekuatan dan keharmonisan dalam sebuah jamaah. Ketika antar anggota saling percaya, prasangka baik tumbuh, kerja sama menjadi ringan, dan suasana ukhuwah terbangun dengan tulus. Kepercayaan ini menumbuhkan rasa aman, sehingga setiap orang dapat berkontribusi tanpa takut dicurigai atau direndahkan.

Sebaliknya, ketika kepercayaan hilang, hubungan melemah, kerja menjadi berat, dan syaitan lebih mudah menyusup dengan bisikan yang memecah belah. Karena itu, setiap anggota perlu menjaga amanah, kejujuran, dan transparansi agar kepercayaan tetap terjaga. Dengan saling percaya, ukhuwah menjadi kuat, hati terhubung, dan tujuan bersama lebih mudah dicapai.

- *Komitmen Dengan Ukhuwah Islamiyah (الالتزام بالأُخُوَّةِ الإسلامية)*

Yaitu persaudaraan karena aqidah, yang merupakan ikatan persaudaraan yang tertinggi dan terkuat dibanding ikatan lainnya. Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ 

_"Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara."_ (QS. Al Hujurat (49): 10)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah mengatakan:

أي في الدين والحرمة لا في النسب، ولهذا قيل: أخوة الدين أثبت من أخوة النسب، فإن أخوة النسب تنقطع بمخالفة الدين،وأخوة الدين لا تنقطع بمخالفة النسب.

_Yaitu persaudaraan dalam agama dan kehormatan bukan dalam nasab. Oleh karenanya dikatakan:_

_Persaudaraan karena agama lebih kuat dari pada persaudaraan nasab, maka persaudaraan nasab akan terputus dengan berbedanya agama, sedangkan persaudaraan karena agama tidaklah terputus dengan berbedanya nasab."_ (Imam Al Qurthubi, Al Jami' Li Ahkamil Quran, 16/322-323)

- *Komitmen Dengan Qararat Jamaah (الالتزام بالقرارات)*

Yaitu komitmen dengan semua kebijakan dan keputusan jamaah, dan meyakininya secara sadar, bahwa kebijakan tersebut telah dihasilkan lewat pemikiran, konsultasi, musyawarah banyak pakar, landasan syariah, dan dengan cara yang benar. Bisa jadi seseorang anggota jamaah yang tidak setuju, punya pendapat lain secara individu, sudut pandang lain, namun dalam adab hidup berjamaah hendaknya keputusan tersebut tetap dipatuhinya. Imam Abu az Zinad (pembesar tabi'in) berkata:

وربَّما اختلفوا في الشيء فأخذنا بقول أكثرهم وأفضلهم رأيًا

_Bisa jadi para mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, maka kami akan mengambil pendapat mayoritas mereka dan yang paling utama._ (Imam Ibnu Hajar, Fathul Bari, jilid. 12, hal. 214) 

- *Komitmen Dengan Kegiatan (الاتزام بالانشطة )*

Yaitu komitmen dengan semua program yang menjadi perangkat pembinaan dan perjuangan jamaah, baik halaqah pekanan, tatsqif, Lailatul Katibah, mabit, rihlah, mukhayam (kembara), munasharah Palestina, dll. Serta meyakini bahwa ini sarana yang begitu komplit untuk mentarbiyah dirinya baik sebagai muslim dan aktivis Islam.

=========

Demikianlah modal utama pribadi muslim yang menyeluruh, memiliki akhlak asasi dan akhlak da'i . Maka ...

- Tidak dikatakan lengkap, jika dia hebat dalam komitmen aqidah dan ibadah, tapi tidak disiplin dalam komitmen berjamaah; membangkang, infiradi, dan _najwa_ (gosip, bisik-bisik) terhadap jamaah, sering bolos dari kegiatan jamaah.

- Tidak pula dikatakan lengkap, jika dia hebat dalam hidup berjamaah, taat, tsiqah, rajin ... namun komitmen terhadap syariatnya kedodoran; masih percaya tahayul dan khurafat, jarang tilawah, sering meninggalkan shalat berjamaah, lalai terhadap kewajiban dan sunah, dsb.

Hendaknya dia berupaya melengkapi dirinya dengan keduanya. Wallahul Musta'an!

Wa Shalallahu 'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'Ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam 

🌷🍃🌷🍃🌷🍃🌷🍃

*✍️ Admin Madrasatuna*

Minggu, 23 November 2025

Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030





Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030
 23/11/2025 01:14  ADMIN
Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI telah menetapkan Pimpinan MUI untuk periode 2025-2030.
JAKARTA, MUI.OR.ID--Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI telah menetapkan Pimpinan MUI untuk periode 2025-2030 setelah melalui musyawarah dengan sistem formatur.

Ada 19 orang formatur yang dipilih kemudian ditetapkan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) MUI Nomor:01/PO-MUI/VI/2025 tentang Pedoman Pemilihan Pengurus MUI.

Pemilihan Ketua Umum MUI dan Penyusunan Pengurus Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI dilaksanakan dengan tahapan pemilihan formatur, penetapan formatur, pemilihan ketua umum, penyusunan Dewan Pimpinan MUI, pemilihan ketua Dewan Pertimbangan, dan penyusunan Dewan Pertimbangan. 

Jumlah formatur ditetapkan sebanyak 19 orang, terdiri dari 3 orang unsur Dewan Pimpinan MUI Pusat demisioner (ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara umum). 

Kemudian satu orang dari unsur Dewan Pertimbangan, 7 orang dari unsur Dewan Pimpinan MUI Provinsi, 6 orang unsur pimpinan Ormas Islam yang terdiri dari NU dan Muhamadiyah sebagai unsur tetap, dan ormas lain secara proporsional/bergantian. 

Kemudian satu orang unsur cendekiawan Muslim/perguruan tinggi Islam dan satu orang unsur pondok pesantren.

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin kembali menjadi ketua Dewan Pertimbangan MUI. Sementara KH Anwar Iskandar kembali menjadi ketua umum MUI. 

Kemudian hasil musyawarah ditetapkan dalam Rapat Pleno XII oleh Ketua SC Munas XI MUI KH Masduki Baidlowi pada Sabtu (22/11/2025). 

Selain itu, Buya Anwar Abbas dan KH Marsudi Syuhud kembali menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030. Sementara Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah periode 2020-2025 KH Cholil Nafis menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030.

Berikut susunan lengkap Pimpinan MUI periode 2025-2030: 


STRUKTUR DAN PERSONALIA ORGANISASI MAJELIS ULAMA INDONESIA

MASA KHIDMAT 2025-2030

A. DEWAN PERTIMBANGAN

Ketua             : Prof Dr KH Ma'ruf Amin

Wakil Ketua : Prof Dr KH Nasaruddin Umar

Wakil Ketua : Dr KH Afifuddin Muhajir

Wakil Ketua : Prof Dr Jimly Asshiddiqie

Wakil Ketua : Dr Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Wakil Ketua : Prof Dr Syafiq Mughni

Wakil Ketua : H Basri Bermanda, MBA

Wakil Ketua : KH Abdullah Jaidi

Wakil Ketua : Tamsil Linrung

Wakil Ketua : Prof Dr Kamaruddin Amin

Wakil Ketua : Prof Dr Hj Amany Lubis

Wakil Ketua : Dr Hj Badriyah Fayumi

Wakil Ketua : Dr H Yusnar Yusuf

Wakil Ketua : Prof Dr Masykuri Abdillah

Wakil Ketua : Dr KH Jeje Zaenudin,M.A.

Wakil Ketua : Prof Dr Masnun Tahir

Wakil Ketua : Dr KH Muhyiddin Junaidi, Lc, MA.

Wakil Ketua : H Muhammad Syarfi Hutauruk, MM.

Wakil Ketua : Dr KH Sa'ad Ibrahim

Sekretaris               : Dr H Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.

Wakil Sekretaris     : Dr KH Zulfa Mustofa

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Nadratuzzaman Hosein

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Ahmad Muzakki

Wakil Sekretaris    : Dr Hj Sabriati Aziz

Wakil Sekretaris    :  Siti Aisyah 

Wakil Sekretaris    : Prof Dr Hj Valina Singka Subekti

Wakil Sekretaris    : Prof Dr H Moh Mukri, MAg.

Wakil Sekretaris    : Dr KH M Sodikun

Wakil Sekretaris    : KH Nasirul Haq

Anggota:

Ketua-Ketua Umum dan Sekjend-Sekjend Ormas Islam (yang belum terwakili dijajaran ketua dan di undangan sebagai peserta Munas XI tahun 2025) dan Tokoh-Tokoh serta perseorangan.


DEWAN PIMPINAN MUI

Ketua Umum

K.H. M. Anwar Iskandar

Wakil Ketua Umum 

KH M Cholil Nafis, Ph.D.

Dr H Anwar Abbas, M.M., M.Ag.

Dr KH Marsudi Syuhud, M.M.


Ketua-Ketua

1. Bidang Fatwa Prof Dr KH M Asrorun Ni'am Sholeh, M.A.

2. Bidang Fatwa Metodologi Gusrizal Gazahar

3. Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi

4. Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani

5. Bidang Kerukunan Abdul Moqsith Ghozali

6. Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung

7. Bidang Luar Negeri Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim

8. Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub

9. Bidang Kesehatan Prof Fasli Jalal

10. Bidang Seni Budaya H Pasni Rusli

11. Bidang Pendidikan Prof Dr Faisol Nasar Bin Madi, M.A

12. Bidang PRK Dr Siti Ma'rifah

13. Bidang Kajian Prof Utang Ranuwijaya

14. Bidang Hukum Prof Dr Wahiduddin Adams, SH, MA.

15. Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin

16. Bidang Pesantren KH Fahrur Rozi Burhan

17. Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid

18. Bidang Halal Masyhuril Khomis

19. Bidang Filantropi Prof Dr Noor Achmad

Sekretaris Jenderal :

H Amirsyah Tambunan

Wakil Sekretaris Jenderal:

1. Bid Fatwa Aminudin Yakub

2. Bid Fatwa Metodologi Drs H Muhammad Ziyad, M.A.

3. Bid Infokom Asrori S Karni

4. Bid. Dakwah Dr KH Arif Fahrudin

5. Bid. Kerukunan Sarmidi Husna

6. Bid Ekonomi Hazuarli Halim

7. Bid Luar Negeri Safira Machrusah, M.A.

8. Bid. Ekonomi Syariah Dr KH Bukhori Muslim, M.A.

9. Bid. Kesehatan Dr dr Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT

10. Bid. Seni Budaya Dr H Erick Yusuf, SSy, MPd.

11. Bid. Pendidikan Prof Dr Armai Arief, MAg.

12. Bid. PRK Nilmayetti Yusri

13. Bid. Kajian Dr KH Ali M Abdillah

14. Bid. Hukum Dr H Ihsan Tanjung

15. Bid. Ukhuwah Dr Syamsul Qomar

16. Bid. Pesantren KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.

17. Bid. Penanggulangan Bencana Mabroer M.S.

18. Bid. Halal Rofiqul Umam Ahmad

19. Bid. Filantropi Rahmat Hidayat

Bendahara Umum

H Misbahul Ulum

Bendahara:

1. Rudi Mas'ud

2. Diana Dewi

3. Trisna Ningsih Yuliati

4. Dr Yayat Sujatna, SE. MSi.

5. Jojo Sutisna

6. Idy Muzayyad, M.Si.

7. Mahsin

8. Dr Erni Juliana Al Hasanah, SE, M.Ak.



(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)  

https://mui.or.id/baca/berita/berikut-susunan-lengkap-pimpinan-mui-periode-2025-2030

Jumat, 21 November 2025

Jangan terlambat Sadar

*OASE SUBUH*

*JANGAN TERLAMBAT SADAR*



Ungkapan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra sangat mendalam:

*_"Manusia itu tidur, dan ketika mati, mereka baru sadar!"_*

Bayangkanlah betapa mengerikan jika kita baru menyadari kebenaran ketika kita melihat wajah malaikat maut!

Semua perjuangan sia-sia yang tidak sebanding dengan usahamu, 

Semua perasaan indah yang kamu letakkan pada perkara yang haram, 

Semua langkah di jalan yang tidak seharusnya kamu tempuh, 

Semua momen indah yang seharusnya kamu habiskan bersama keluarga namun tidak kamu lakukan, 

Semua hak yang tidak kamu tunaikan kepada pemiliknya, 

Semua daging busuk orang yang kamu makan karena ghibah, 

Semua orang terdzalimi yang kamu lihat namun kamu berpaling dari mereka, 

Semua teriakan minta tolong yang kamu dengar namun kamu menutup telingamu agar tidak mendengarnya, 

Semua hubungan yang terputus karena perkara yang sepele, 

Semua ibadah yang tidak kamu lakukan dengan semestinya... 

Sungguh sangat menakutkan jika kita tidak sadar kecuali setelah terlambat!

Ungkapan ini mengingatkan kita akan pentingnya introspeksi diri dan mempersiapkan diri untuk akhirat, serta mendorong kita untuk menjalani hidup dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

Menjaga Amal

*ONE DAY ONE HADITS* Senin, 9 Februari 2026 / 21 Sya'ban 1447 *Menjaga Amal * عن عبد الله بن عَمْرو بن العاص رَضِيَ الله عنهما، قَالَ: ق...